JAWA BARAT — Kegiatan intervensi atau well intervention di sumur AKP-002 ini bukan pekerjaan ringan. Pertamina EP mengerahkan rig berkekuatan 550 HP sejak 11 Mei 2026 untuk melakukan serangkaian aksi di kedalaman lebih dari 2.300 meter.
Program kerjanya meliputi re-perforasi lapisan GL, perforasi lapisan CGL, serta pekerjaan CTU solvent dan unload job menggunakan nitrogen. Total durasi pengerjaan mencapai 17 hari hingga rig dinyatakan release pada 28 Mei 2026.
Setelah rig dilepas, uji produksi langsung dilakukan. Hasilnya melampaui ekspektasi: sumur mampu mengalirkan minyak secara alami tanpa bantuan pompa (natural flow) sebesar 2.546 BPH. Angka itu bahkan mendekati tiga kali lipat dari target awal.
Kabar Baik di Tengah Tekanan Produksi Nasional
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut pencapaian ini sebagai modal penting di tengah tantangan besar industri hulu migas. "Pada tanggal 28 Mei 2026 rig dinyatakan release dan setelah itu kemudian dilakukan uji produksi dengan hasil laju alir akhir mencapai 2.546 BOPD secara natural flow dari target sebesar 896 BOPD (naik hampir 3x dari target produksi)," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (1/6).
Sumur yang berada di Field Jatibarang ini pun langsung diproduksikan atau put on production (POP) begitu pengujian rampung. Keberhasilan ini menjadi penyemangat di saat lapangan-lapungan utama seperti Banyu Urip dan Rokan tengah mengalami penurunan produksi akibat kondisi reservoir dan unplanned shutdown.
Target Besar Hingga Akhir Tahun: 34 Sumur Eksplorasi dan Ratusan Workover
Keberhasilan di Lapangan Akasia Prima menjadi salah satu dari sekian banyak program yang tengah dijalankan SKK Migas bersama Pertamina dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Hingga akhir 2026, mereka menargetkan pengeboran 34 sumur eksplorasi dan 617 sumur pengembangan.
Selain itu, ada 564 kegiatan workover dan 25.265 kegiatan perawatan sumur yang direncanakan. Djoko menambahkan, sejumlah sumur eksplorasi yang akan dibor hingga akhir tahun diharapkan mampu memberikan temuan baru. "Insya Allah beberapa discovery cukup giant baik minyak maupun gas khususnya di offshore Kaltim dan Papua," ujarnya.
Seluruh program ini diharapkan bisa mengompensasi penurunan produksi yang tak terhindarkan dari lapangan-lapangan yang sudah berusia tua. Dengan temuan-temuan baru, pasokan energi nasional diharapkan tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan dalam negeri.