Presiden Prabowo Instruksikan Rosan Roeslani Paparkan Data Investasi ke Publik, Klaim Minat Global Meningkat

Penulis: Darmawan Putra  •  Senin, 15 Juni 2026 | 14:05:01 WIB
Presiden Prabowo meminta Rosan Roeslani memaparkan data investasi secara terbuka di Istana Merdeka.

JAWA BARAT — Permintaan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan terbatas di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Minggu (14/6/2026). Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih hadir, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria.

Hasil Kunjungan ke AS, Eropa, dan Asia Jadi Dasar Klaim

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, laporan yang disampaikan Rosan merupakan hasil kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Dalam pertemuan dengan berbagai pihak di tiga kawasan itu, Rosan mendapati tingginya minat investasi ke Indonesia.

“Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional,” kata Teddy dalam pernyataan resmi.

Pemerintah menilai data itu sebagai sinyal positif di tengah ekonomi global yang masih menghadapi tantangan. Namun, rincian sektor strategis yang dimaksud dan besaran angka investasi belum diungkap sebelum paparan resmi.

Instruksi Prabowo: Paparan Terbuka di Istana Merdeka

Setelah menerima laporan, Prabowo langsung meminta agar informasi tersebut tidak hanya beredar di kalangan internal. Presiden menginstruksikan Rosan untuk menyampaikan data investasi secara langsung kepada masyarakat.

“Presiden juga memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan kepada publik secara terbuka pada besok siang, Senin, 15 Juni 2026, di Istana Merdeka,” ujar Teddy.

Pemerintah beralasan, keterbukaan ini bertujuan memperkuat kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional. Dengan informasi yang akurat, masyarakat diharapkan mendapat gambaran jelas mengenai prospek investasi di Indonesia.

Menjaga Optimisme di Tengah Tekanan Eksternal

Langkah transparansi ini juga dimaksudkan untuk mempertahankan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor global.

Belum ada pernyataan resmi dari pelaku usaha atau pengamat ekonomi menanggapi rencana pemaparan ini. Publik menunggu data konkret yang akan disampaikan Rosan, termasuk sektor mana yang paling diminati dan realisasi investasi yang sudah masuk.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: diksi.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top