Proyek Penanganan Longsor Rp5,4 Miliar di Kebon Pedes Bogor Resmi Dimulai, Target Rampung 150 Hari

Penulis: Bayu Nugroho  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 15:49:01 WIB
Penandatanganan SPK menandai dimulainya proyek penanganan longsor Kebon Pedes senilai Rp5,4 miliar.

BOGOR — Penanganan longsor di kawasan Kebon Pedes, Kelurahan Cipakancilan, Kota Bogor, akhirnya memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses koordinasi dan penganggaran yang panjang. Penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) dan serah terima lokasi pekerjaan dilakukan pada Rabu (17/6), menandai dimulainya pengerjaan proyek yang ditargetkan selesai dalam 150 hari kerja.

Longsor yang terjadi pada pertengahan Januari lalu itu berada di ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, penanganan teknis sepenuhnya dilakukan oleh Pemprov melalui BMPR Jabar, sementara Pemkot Bogor berperan sebagai pihak yang mengusulkan prioritas penanganan.

Anggaran Rp5,4 Miliar untuk Dinding Penahan dan Bronjong

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut proyek ini tidak hanya sekadar menimbun kembali tanah yang longsor. Pekerjaan mencakup pembangunan dinding penahan tanah, struktur beton, bronjong, hingga batu granular.

“Untuk penanganannya akan dibangun dinding penahan tanah, struktur beton, bronjong, batu granular, dan tetap memperhatikan jalur aliran air. Ini penting untuk menjaga kestabilan tanah sekaligus mengurangi risiko longsor susulan,” jelas Dedie saat meninjau lokasi.

Menurutnya, aspek mitigasi menjadi perhatian utama dalam proyek ini agar kejadian serupa tidak terulang di musim hujan mendatang. Sistem drainase di sekitar titik longsor juga akan dibenahi untuk mengendalikan aliran air yang menjadi pemicu utama ketidakstabilan tanah.

Proses Birokrasi Jadi Penyebab Penundaan

Penanganan longsor di Kebon Pedes sempat tertunda selama hampir lima bulan sejak peristiwa terjadi pada Januari lalu. Dedie mengakui bahwa proses administrasi dan penganggaran menjadi faktor utama yang membuat pengerjaan baru dimulai pada pertengahan tahun ini.

“Alhamdulillah hari ini sudah ditandatangani SPK dan dilakukan serah terima lokasi pekerjaan, artinya penanganan longsor di Kebon Pedes sudah siap dikerjakan. Memang segala sesuatu membutuhkan proses, apalagi dengan anggaran yang cukup besar,” ujar Dedie.

Pemkot Bogor sejak awal mendesak agar proyek ini menjadi prioritas karena kondisi tanah di lokasi dinilai rawan bergerak dan berpotensi membahayakan warga yang melintas. Kawasan Kebon Pedes sendiri merupakan akses utama bagi warga beberapa permukiman di sekitarnya.

Target Rampung Sebelum Akhir Tahun

Dengan durasi pengerjaan 150 hari kerja, proyek ini ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2026, jauh sebelum puncak musim hujan berikutnya. Pemerintah Kota Bogor berharap penanganan ini bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi longsor.

“Memang segala sesuatu membutuhkan proses, apalagi dengan anggaran yang cukup besar,” kata Dedie menambahkan.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top