JAWA BARAT — Pelatih asal Korea Selatan itu mengungkapkan bahwa dirinya masih menjadi buruan sejumlah klub Asia sebelum resmi menukangi Persija. Shin Tae-yong menyebut tawaran datang dari klub-klub di Jepang dan China, namun ia memilih untuk menolaknya.
"Ada banyak hal kenapa harus memilih Jakarta. Sebelum tawaran dari Persija Jakarta, sudah ada tawaran dari J.League dan China," kata Shin Tae-yong, dikutip dari kanal YouTube resmi Persija Jakarta, baru-baru ini.
Shin Tae-yong mengaku enggan memulai dari awal lagi jika harus melatih di luar negeri yang sama sekali baru baginya. Ia menilai adaptasi akan menjadi kendala besar jika menerima tawaran dari klub China.
"Kalau misalnya ke China, mungkin ada kesulitan ya, salah satunya seperti pelatih asing yang baru datang jadi enggak kenal apa-apa," ujarnya.
Berbeda dengan Persija Jakarta, Shin Tae-yong merasa sudah sangat mengenal sepak bola Indonesia. Ia telah melatih Timnas Indonesia selama lima tahun, sejak akhir 2019 hingga awal 2025. Selama masa bakti itu, ia rutin memantau kompetisi domestik untuk memanggil pemain ke tim Garuda.
Ketika tawaran dari Persija datang, Shin Tae-yong mengaku tidak berpikir dua kali. Ia menyebut status Jakarta sebagai ibu kota dan rasa cintanya terhadap kota tersebut menjadi alasan paling kuat.
"Sebenarnya hanya satu hal saja, ini tim ibu kota dan juga ya memang sudah cinta Jakarta jadi akhirnya memilih Jakarta," tutur Shin Tae-yong.
Keputusan ini membuat Shin Tae-yong kembali ke ekosistem sepak bola yang sudah ia pahami. Dengan pengalaman panjang menangani Timnas Indonesia, ia diyakini tidak akan membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan skuad Persija Jakarta.