BOGOR — Sebanyak 28 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan di Kota Bogor pada Porprov Jabar XV/2026. Namun, tidak semua bisa digelar di dalam kota. Sejumlah cabor dengan kebutuhan venue spesifik terpaksa mencari lokasi di daerah tetangga.
Kota Bogor menjadi tuan rumah bersama Porprov Jabar XV/2026 bersama Kota Bekasi dan Kota Depok. Keterbatasan fasilitas yang memenuhi standar pertandingan menjadi alasan utama pelaksanaan di luar kota.
Beberapa cabang olahraga yang tidak bisa digelar di Kota Bogor antara lain:
Panitia Besar Kota Bogor menyatakan bahwa fasilitas pertandingan untuk cabor-cabor tersebut tidak memungkinkan untuk dipindahkan atau dibangun sementara di dalam kota. Misalnya, lintasan paralayang membutuhkan tebing dan kondisi angin yang spesifik, sementara ski air memerlukan perairan luas seperti waduk.
Lapangan tembak standar juga tidak tersedia di Kota Bogor, sehingga harus menggunakan fasilitas yang sudah ada di Kota Cimahi. Hal serupa terjadi pada senam artistik dan ritmik yang membutuhkan arena khusus di Jabar Sport Center Bandung.
Keputusan ini tentu berdampak pada logistik dan mobilitas atlet serta official. Mereka harus melakukan perjalanan ke luar kota untuk bertanding, meski secara administratif tetap tercatat sebagai tuan rumah Kota Bogor.
Panitia Besar Kota Bogor belum merinci secara detail skema transportasi dan akomodasi untuk atlet yang akan bertanding di luar kota. Namun, koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan pengelola venue menjadi prioritas agar pertandingan berjalan lancar.
Porprov Jabar XV/2026 dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026. Persiapan teknis dan administratif terus dimatangkan oleh ketiga kota tuan rumah, termasuk Kota Bogor yang harus memastikan kelancaran pertandingan meski tersebar di beberapa lokasi.