Pria di Kuningan Tewas Usai Lompat ke Sumur Sedalam 25 Meter, Tim Damkar Evakuasi Korban dalam 40 Menit

Penulis: Agus Hermawan  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 12:38:01 WIB
Petugas Damkar mengevakuasi jenazah pria berinisial AM dari sumur sedalam 25 meter di Desa Luragung Landeuh, Kamis (16/7/2026) malam.

KUNINGAN — Warga Desa Luragung Landeuh, Kecamatan Luragung, digegerkan dengan insiden seorang pria yang tewas setelah melompat ke dalam sumur sedalam 25 meter. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/7/2026) malam, sekitar waktu magrib.

Korban berinisial AM (38) dilaporkan masih bersama keluarganya yang sedang berkumpul di rumah. Ia kemudian pamit hendak ke kamar mandi, namun tiba-tiba berlari menuju sumur dan langsung melompat masuk.

Warga Berusaha Menolong dengan Peralatan Seadanya

Kehebohan terjadi setelah aksi nekat korban tersebut. Warga sekitar yang mendengar teriakan dari rumah korban berdatangan dan berusaha menolong menggunakan tambang serta peralatan seadanya.

Upaya tersebut gagal karena kedalaman sumur mencapai 25 meter dengan ketinggian air sekitar 4 meter. Kondisi korban yang diduga berada di dasar sumur dan terhalang papan penutup yang ikut masuk membuat evakuasi sulit dilakukan warga.

Damkar Turunkan 9 Personel untuk Evakuasi

Polsek Luragung yang mendapat informasi segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan menghubungi call center UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan. Kepala Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, memimpin langsung proses evakuasi.

“Dilakukan evakuasi dan penyelamatan orang masuk ke dalam sumur oleh 9 anggota piket regu 3 dalam waktu ± 40 menit. Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia,” kata Andri.

Evakuasi Terhambat Kedalaman Sumur dan Potensi Gas Berbahaya

Dalam proses evakuasi, tim Damkar dibantu oleh Inafis Polres Kuningan, BPBD Kabupaten Kuningan, Polsek Luragung, Babinsa, aparat desa, dan warga sekitar. Andri mengakui, kedalaman sumur yang mencapai 25 meter dengan ketinggian air 4 meter membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama.

“Anggota harus hati-hati melakukan evakuasi karena dikhawatirkan ada gas di dalam sumur,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kepala Damkar, kondisi sumur sebelum korban masuk dalam keadaan tertutup papan. Setelah melakukan evakuasi, petugas mengumpulkan informasi dan keterangan dari para saksi di lokasi. “Diduga korban meninggal karena bunuh diri,” kata Andri dalam laporannya pasca evakuasi.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: kuninganmass.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top