Pencarian

Ribuan Hektare Sawah di Majalengka Terancam Kekeringan, Petani di Ligung Mulai Andalkan Pompanisasi

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:47:43 WIB
Ribuan Hektare Sawah di Majalengka Terancam Kekeringan, Petani di Ligung Mulai Andalkan Pompanisasi
Petani di Kecamatan Ligung, Majalengka, mengandalkan pompanisasi untuk mengairi sawah di tengah ancaman kekeringan yang mulai melanda.

MAJALENGKA — Meski hingga pertengahan Juli 2026 belum ada laporan lahan puso atau gagal panen, DKP3 Majalengka mengakui kondisi pasokan air di sawah mulai kritis. Wilayah yang jauh dari aliran sungai utama seperti Sungai Cilutung dan Cimanuk menjadi yang paling terancam. Petani di beberapa desa bahkan telah mengebor sumur hingga kedalaman 60 meter, namun air tanah tak kunjung ditemukan.

Mengapa Sumber Air Tak Merata?

Ketua Tim Kerja sekaligus Analis Ketahanan Pangan Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kabupaten Majalengka, Ratih Fatimah Fatmawati, menjelaskan bahwa ancaman kekeringan tahun ini bersifat nasional. Namun, dampaknya di setiap daerah sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur irigasi.

"Ancaman kekeringan di Kabupaten Majalengka hampir sama dengan kabupaten lain karena kondisi cuaca terjadi secara menyeluruh. Yang membedakan adalah ketersediaan sumber air," ujar Ratih.

Ia menambahkan, sumber air pertanian di Majalengka berasal dari Sungai Cilutung, Sungai Cimanuk, hingga Waduk Jatigede yang mengalir ke Bendungan Rentang. Sayangnya, tidak semua wilayah teraliri jaringan irigasi dari sumber-sumber tersebut.

Petani di Ligung: Pompa Jadi Andalan

Salah satu wilayah yang mulai merasakan dampaknya adalah Kecamatan Ligung. Seorang petani di sana, Ono Cahyono, tengah memanfaatkan pompanisasi untuk mengairi lahannya. Langkah ini menjadi pilihan terakhir di tengah menurunnya debit air di saluran sekunder.

Pompanisasi dianggap sebagai solusi jangka pendek yang efektif, namun membutuhkan biaya operasional lebih tinggi. Jika musim kemarau berlanjut, dikhawatirkan banyak petani tidak bisa melaksanakan musim tanam ketiga (MT3) tahun ini.

Apa Langkah Pemerintah Daerah?

DKP3 Majalengka saat ini masih terus memantau perkembangan di lapangan. Pihaknya belum mengumumkan kebijakan darurat seperti pembagian pompa tambahan atau droping air. Namun, status waspada yang sudah ditetapkan menjadi sinyal bagi petani untuk mengantisipasi gagal panen sejak dini.

Data terbaru menunjukkan luas lahan yang masuk kategori kekeringan ringan terus meningkat. Tanpa intervensi cepat, produksi padi di Majalengka berpotensi terganggu pada musim tanam mendatang.

Bagikan
Sumber: radarcirebon.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks