KUNINGAN — Insiden tragis terjadi di Desa Luragung Landeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, pada Kamis (16/7) malam. Seorang pria berinisial AM (38) ditemukan tewas setelah melompat ke dalam sumur sedalam 25 meter di sekitar rumahnya. Proses evakuasi yang berlangsung sekitar 40 menit oleh tim gabungan baru berhasil mengangkat korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Peristiwa bermula seusai waktu Magrib. Saat itu, korban tengah berkumpul bersama keluarga di rumah. Ia berpamitan hendak ke kamar mandi. Namun, secara tiba-tiba korban berlari ke arah sumur yang berada di sekitar rumah dan langsung melompat ke dalamnya.
"Teriakan keluarga membuat warga sekitar berdatangan untuk memberikan pertolongan," ujar Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, dalam keterangannya.
Warga sempat berupaya mengevakuasi korban menggunakan tali dan peralatan sederhana. Upaya itu gagal total karena kedalaman sumur mencapai sekitar 25 meter dengan ketinggian air sekitar empat meter. Situasi diperparah oleh posisi korban yang diduga berada di dasar sumur dan terhalang papan penutup sumur yang ikut terjatuh ke dalam.
Menyadari keterbatasan alat, personel Polsek Luragung yang tiba di lokasi segera menghubungi Call Center UPT Damkar Satpol PP Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi.
Kepala UPT Damkar langsung memimpin proses penyelamatan bersama sembilan personel. Petugas harus bekerja dengan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi sumur yang sangat dalam serta adanya potensi gas berbahaya di dalam sumur.
"Proses evakuasi berlangsung sekitar 40 menit. Korban berhasil diangkat dari dalam sumur, namun kondisinya sudah meninggal dunia," jelas Andri Arga Kusumah.
Evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Inafis Polres Kuningan, BPBD Kuningan, Polsek Luragung, Babinsa, aparat pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Dari hasil pengumpulan informasi dan keterangan sejumlah saksi di lokasi, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat bunuh diri. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan aparat kepolisian.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke kantor UPT Damkar Kuningan jika membutuhkan pelayanan evakuasi dan penyelamatan. "Agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," pungkas Andri.