Kepala BGN Sudaryono Siapkan Modul Tata Krama dan Edukasi Gizi dalam Program MBG Usai Sidak di Bogor

Penulis: Bayu Nugroho  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 19:29:31 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jumat (24/7/2026).

BOGOR — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan pihaknya akan menyisipkan modul pembelajaran tata krama dan pengetahuan gizi ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil setelah ia melihat langsung praktik baik di SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, saat melakukan sidak pada Jumat (24/7/2026).

Dalam kunjungannya, Sudaryono menyempatkan diri berdialog dan makan bersama para siswa. Ia mengaku terkesan dengan kebiasaan siswa mencuci tangan dan berdoa sebelum makan yang sudah diajarkan di sekolah tersebut.

“Saya terkesan di SD Bantarjati 9 ini. Ternyata diajarkan tata krama. Makan diajarkan cuci tangan. Setelah cuci tangan berdoa. Ini penting untuk diedukasi,” katanya.

Isi Modul: Dari Cuci Tangan hingga Manfaat Sayur

Modul yang disiapkan BGN tidak hanya berisi panduan tata krama sebelum makan. Anak-anak juga akan diberikan pemahaman dasar tentang kandungan gizi dan manfaat makanan yang mereka konsumsi setiap hari.

“Kenapa makan sayur itu penting misalnya. Itu kami akan jelaskan kepada anak-anak. Banyak hal kecil waktu anak-anak yang menjadi penting saat kita dewasa,” ujar Sudaryono.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dan berdoa sebelum makan adalah fondasi karakter yang perlu diperkuat lewat program nasional ini.

27 Ribu Dapur Beroperasi, BGN Ancam Tutup yang Langgar SOP

Sudaryono juga menegaskan komitmennya menjaga kualitas makanan yang disajikan. Ia meminta seluruh pengelola dapur MBG untuk memastikan cita rasa dan porsi makanan sesuai standar.

“Diusahakan enak makanannya, porsinya juga sesuai. Kita harus prima. Bekerja pakai hati, mencintai orang dan menggunakan akal sehat,” katanya.

Saat ini, lebih dari 27 ribu dapur MBG telah beroperasi di berbagai daerah. Seluruh dapur wajib menjalankan standar operasional prosedur (SOP). BGN tidak akan ragu menutup dapur yang tidak melakukan perbaikan jika ditemukan pelanggaran.

“Kalau tidak bisa, kami akan tutup. Kita berupaya tegas, tapi di sisi lain juga mengapresiasi upaya yang telah dikerjakan oleh kawan-kawan,” ujarnya.

Sidak Tanpa Pemberitahuan, BGN Catat Masukan dari Lapangan

Dalam kunjungan kerjanya di Kota Bogor, Sudaryono tidak hanya meninjau SDN Bantarjati 9. Ia juga melakukan inspeksi mendadak ke dua dapur MBG lainnya tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk mendapatkan gambaran nyata pelaksanaan program.

“Kami banyak menerima masukan. Ada juga kritik, kami catat semuanya. Mulai dari dapurnya, kesukaan anak-anaknya, dan sejauh ini pantauan so far oke,” kata Sudaryono.

Ke depan, BGN akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan agar pelaksanaan program berjalan lebih terpadu. “Kalau yang lalu-lalu ada sumbatan komunikasi, setelah ini insya Allah di bawah kepemimpinan saya sumbatan komunikasi itu tidak ada lagi,” pungkasnya.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: bogorone.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top