BATANG — Sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62.000 peserta Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) secara nasional. Pada kesempatan yang sama, perseroan juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp 880 miliar kepada 7.100 debitur.
Penyaluran KPP tersebut terdiri atas pembiayaan sisi suplai sebesar Rp 308 miliar kepada 227 debitur dan sisi permintaan sebesar Rp 572 miliar kepada 6.873 debitur. Adapun realisasi penyaluran KPP pada periode Januari hingga 28 Juli 2026 mencapai Rp 10,94 triliun kepada 78.520 penerima, atau 91,18 persen dari target tahun ini yang dipatok Rp 12 triliun.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, pengembang, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam memperluas penyediaan rumah bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini mencerminkan semangat Indonesia Incorporated.
"Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif. Kita sadar bahwa, apa yang sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih sangat besar," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya di Batang, Rabu (30/7).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebut capaian penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak program diluncurkan pada 2010. Sepanjang tahun lalu, realisasi mencapai 278.000 unit, melampaui capaian 2023 yang sebesar 228.000 unit.
"Selama 15 tahun, sejak 2010 hingga 2025, capaian tertinggi baru terjadi pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Sebelumnya, pada 2023 penyaluran mencapai 228.000 unit. Pada 2025, di tahun pertama pemerintahan Bapak Presiden, penyaluran rumah subsidi mencapai 278.000 unit, tertinggi sepanjang sejarah," ujar Maruarar.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan dukungan perseroan terhadap Program 3 Juta Rumah tidak hanya melalui pembiayaan bagi masyarakat pembeli rumah. BRI juga menyediakan pembiayaan bagi pengembang lewat KPP serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk mendukung pembangunan hunian berkualitas.
"Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha," kata Hery di lokasi acara.
Hery menambahkan, sektor perumahan memiliki efek pengganda yang luas terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja. Karena itu, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan demi terciptanya ekosistem perumahan yang sehat.
Peran BRI dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan juga terlihat dari penyaluran KUR. Sejak 2015 hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp 1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima. Sepanjang Januari hingga Juni 2026 saja, realisasi KUR mencapai Rp 103,81 triliun kepada 2.009.310 penerima.
Acara akad massal tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Jaksa Agung ST Burhanuddin.