Kementerian HAM Dorong Pelajar Jawa Barat Jadi Pelopor Anti-Perundungan di Sekolah

Penulis: Agus Hermawan  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 22:25:01 WIB
Pelajar mengikuti Jabar Human Rights Forum 2026 di Kota Bandung, Kamis (30/7/2026).

BANDUNG — Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menegaskan bahwa pelajar Jawa Barat tidak cukup hanya menjadi peserta dalam forum-forum diskusi, tetapi harus bertindak sebagai pelopor nilai-nilai kemanusiaan di sekolah dan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Menteri HAM, Natalius Pigai, melalui sambutan yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, pada Jabar Human Rights Forum (JHRF) 2026 di Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Munafrizal menyampaikan bahwa kehadiran para pelajar dalam forum tersebut merupakan langkah awal untuk menjadi agen perubahan. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan di tengah lingkungan masing-masing.

"Kehadiran kalian di sini bukan hanya sebagai peserta, tetapi menjadi pelopor dalam menyuarakan nilai-nilai hak asasi manusia di lingkungan masing-masing," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Dari Kelas ke Kehidupan Sehari-hari

Kementerian HAM menilai pemahaman tentang hak asasi manusia sejatinya telah diperkenalkan melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah. Forum ini menjadi penguat agar materi yang diajarkan di kelas tidak berhenti sebagai teori, melainkan dipraktikkan dalam interaksi sosial sehari-hari.

Para pelajar didorong untuk menolak segala bentuk diskriminasi, menghargai keberagaman, serta aktif menciptakan lingkungan yang inklusif di sekolah masing-masing.

Langkah Kecil: Stop Perundungan dan Ujaran Kebencian

Pesan kunci yang disampaikan dalam forum tersebut adalah pentingnya memulai perubahan dari hal-hal sederhana di sekitar pelajar. Kementerian HAM menggarisbawahi bahwa perilaku sehari-hari seperti perundungan dan penyebaran ujaran kebencian merupakan pelanggaran nilai kemanusiaan yang kerap dianggap sepele.

"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Mulailah dengan tidak melakukan perundungan, tidak menyebarkan ujaran kebencian, dan membiasakan sikap saling menghormati," pesan Natalius Pigai dalam sambutan yang dibacakan tersebut.

Mencetak Calon Pemimpin yang Humanis

Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda Jawa Barat untuk tumbuh menjadi calon pemimpin bangsa. Kementerian HAM menilai kepedulian terhadap hak asasi manusia merupakan fondasi penting bagi seorang pemimpin dalam menjaga kehidupan yang damai di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Melalui penguatan nilai-nilai ini sejak bangku sekolah, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu merawat toleransi di lingkungannya.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: tarungnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top