BANDUNG — Farida Anggraeni, ibunda Ghilmi, mengungkapkan bahwa putranya sempat bernazar akan meninggalkan rumah selama satu tahun apabila kalah dalam pertandingan kick boxing tingkat profesional. Nazar itulah yang mendorong Ghilmi nekat pergi tanpa pamit, hanya meninggalkan sepucuk surat berisi pesan agar keluarganya tidak mencarinya.
"Nazar itulah yang membuat dia nekat pergi dari rumah dan berjalan kaki dari Sayati menuju Padalarang," ujar Farida saat dihubungi pada Sabtu (1/8/2026).
Alih-alih menjauh, perjalanan kaki tersebut justru menjadi titik balik bagi Ghilmi. Sepanjang rute Sayati-Padalarang, ia bertemu sejumlah orang yang memberi nasihat dan membujuknya untuk mengurungkan niat serta kembali kepada kedua orang tuanya.
Momen paling membekas terjadi saat Ghilmi singgah di sebuah musala untuk beristirahat dan menunaikan salat. Seusai salat tahajud dan berdoa, ia mengaku teringat kepada sang ibu hingga akhirnya bulat untuk pulang.
"Dia cerita setelah salat tahajud dan berdoa, dia seperti teringat saya. Ghilmi juga bilang sempat bermimpi bertemu saya yang memintanya untuk pulang. Dari situ dia memutuskan mengurungkan niatnya," kata Farida.
Dalam perjalanan pulang, Ghilmi sempat meminta seorang pengemudi ojek online mengantarnya ke Sukabumi. Namun, pengemudi tersebut justru mengarahkan kendaraannya kembali ke arah Bandung dan mengantar Ghilmi ke sebuah minimarket yang tidak jauh dari rumahnya.
"Awalnya Ghilmi minta diantar ke Sukabumi, tapi pengemudi ojek itu bilang, 'hayu kita searah'. Akhirnya anak saya diantar sampai Indomaret dekat rumah. Di sana dia bertemu temannya, lalu temannya mengantar pulang. Mungkin pengemudi ojek itu sudah mengenali Ghilmi karena informasinya sedang ramai di media sosial," ungkapnya.
Kepulangan Ghilmi disambut tangis haru kedua orang tuanya di rumah mereka di Sayati Hilir. Penantian penuh kecemasan selama hampir dua hari itu pun berakhir, dan keluarga bersyukur putranya kembali dalam keadaan selamat.