SUKABUMI — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta resmi menerbitkan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) terbaru untuk KA Siliwangi yang melayani rute Sukabumi–Cianjur–Purwakarta. Jadwal baru ini berlaku mulai Februari 2026 dan membawa sejumlah penyesuaian waktu keberangkatan di stasiun-stasiun utama, termasuk Stasiun Sukabumi dan Stasiun Cianjur.
KA Siliwangi menjadi tulang punggung mobilitas warga di wilayah Sukabumi Raya dan Cianjur menuju kawasan Purwakarta serta Jakarta. Dengan adanya perubahan jadwal ini, penumpang diimbau untuk mengecek ulang jam keberangkatan agar tidak tertinggal kereta.
Berdasarkan jadwal terbaru yang dirilis, KA Siliwangi berangkat dari Stasiun Sukabumi pada pagi hari. Sementara itu, dari Stasiun Cianjur, kereta dijadwalkan berangkat tidak lama setelah tiba dari Sukabumi, dengan waktu tunggu singkat di stasiun.
Tarif KA Siliwangi untuk kelas ekonomi tetap menjadi salah satu yang termurah di lintas Jawa Barat. Penumpang dapat membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, atau loket stasiun mulai H-7 sebelum keberangkatan.
KAI mengimbau calon penumpang untuk melakukan pembelian tiket lebih awal, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional, karena tingkat okupansi KA Siliwangi kerap mencapai seratus persen.
KA Siliwangi mengoperasikan rangkaian kereta ekonomi dengan fasilitas pendingin udara (AC) dan tempat duduk yang bisa diatur. Perjalanan dari Sukabumi menuju Purwakarta memakan waktu sekitar dua jam lebih, melewati pemandangan perkebunan dan perbukitan khas Priangan Barat.
Bagi warga yang biasa menggunakan kendaraan pribadi via jalur darat, kereta ini menjadi alternatif untuk menghindari kemacetan di ruas Cianjur–Padalarang. Waktu tempuh yang relatif singkat dan tarif yang terjangkau membuat KA Siliwangi tetap diminati pekerja dan pelajar.
KAI Daop 1 Jakarta memastikan jadwal terbaru ini telah disosialisasikan melalui papan pengumuman di stasiun dan media sosial resmi. Penumpang yang ingin melihat jadwal lengkap per stasiun dapat mengakses laman resmi atau bertanya langsung kepada petugas di stasiun.
Perubahan jadwal ini sekaligus menjadi penanda dimulainya masa angkutan yang lebih tertata di awal tahun 2026, seiring dengan meningkatnya mobilitas warga setelah libur panjang.