Anggota DPRD Jabar Encep Sugiana Minta Warga Bandung Raya Waspadai Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Cara Lindungi Diri

Penulis: Bayu Nugroho  •  Senin, 07 September 2026 | 08:46:01 WIB
Warga Bandung Raya diimbau menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi hujan abu vulkanik Anak Gunung Krakatau.

BANDUNG — Anggota DPRD Jawa Barat dr. Encep Sugiana mengimbau masyarakat untuk tidak lengah terhadap dampak erupsi Anak Gunung Krakatau yang sewaktu-waktu bisa berubah. Imbauan ini disampaikan menyusul potensi sebaran abu vulkanik yang dapat menjangkau pemukiman warga, terutama saat terjadi perubahan arah angin.

Menurut Encep, debu vulkanik mengandung partikel silika yang sangat halus dan berbahaya apabila terhirup. Partikel ini bisa mengendap di saluran pernapasan dan memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi saluran napas akut bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit paru.

Lindungi Mata dan Saluran Pernapasan Saat Beraktivitas di Luar Rumah

Encep menegaskan, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Masker medis menjadi perlengkapan utama yang disarankan untuk menyaring udara sebelum masuk ke paru-paru.

"Kalau harus keluar rumah, gunakan masker, pelindung kepala, dan kacamata agar debu vulkanik tidak mudah masuk ke saluran pernapasan maupun mata," ujar Encep dalam keterangannya, Selasa (25/2/2025).

Ia menambahkan, mata dan hidung merupakan dua organ paling rentan terhadap paparan debu vulkanik. Penggunaan kacamata pelindung dan topi atau penutup kepala dinilai penting untuk meminimalkan kontak langsung partikel abu dengan tubuh.

Jangan Menyapu dalam Kondisi Kering, Ini Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik

Encep juga mengingatkan warga untuk berhati-hati saat membersihkan abu vulkanik yang menempel di halaman rumah, kendaraan, maupun perabotan. Kesalahan dalam membersihkan justru bisa membuat partikel debu kembali beterbangan dan terhirup.

"Jangan langsung dilap atau disapu dalam kondisi kering karena debunya bisa kembali berterbangan dan terhirup. Sebaiknya disiram terlebih dahulu menggunakan air," jelasnya.

Metode penyiraman atau penyemprotan dengan air sebelum menyapu dinilai paling efektif untuk menjinakkan partikel abu. Warga juga diminta menyiram halaman dan lingkungan sekitar apabila mulai tertutup lapisan debu tebal guna menekan penyebaran partikel di udara.

Warga Diminta Tak Panik dan Hanya Percaya Informasi Resmi

Encep meminta masyarakat untuk tetap tenang namun siaga. Ia menekankan, langkah paling aman saat terjadi hujan abu vulkanik adalah tetap berada di dalam rumah hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

"Kalau terjadi hujan abu vulkanik, sebaiknya jangan keluar rumah. Utamakan keselamatan dan kesehatan diri serta keluarga," katanya.

Selain menjaga kesehatan fisik, Encep mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah, lembaga kebencanaan, atau media kredibel.

"Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika ada instruksi dari pemerintah atau petugas, masyarakat harus mematuhinya demi keselamatan bersama," pungkasnya.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: tintahijau.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top