Pencarian

Sampah Pantai Kesenden Cirebon Kembali Menumpuk, DPRD Jabar Dorong Solusi dari Hulu Sungai Kedung Pane

Kamis, 03 September 2026 • 21:38:01 WIB
Sampah Pantai Kesenden Cirebon Kembali Menumpuk, DPRD Jabar Dorong Solusi dari Hulu Sungai Kedung Pane
Tumpukan sampah kiriman dari hulu Sungai Kedung Pane kembali memenuhi kawasan Pantai Kesenden, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Timbunan sampah kembali memenuhi kawasan Pantai Kesenden, Kota Cirebon, Jawa Barat, akibat kiriman dari hulu Sungai Kedung Pane yang belum tertangani maksimal. Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Sri Wahyuni Herman menilai persoalan ini berulang lantaran penanganan yang dilakukan selama ini hanya bersifat hilir. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengidentifikasi sumber sampah di sepanjang aliran sungai agar permasalahan dapat dicegat sebelum mencapai muara.

CIREBON — Tumpukan sampah yang memenuhi kawasan Pantai Kesenden, Kota Cirebon, Jawa Barat, bukan persoalan baru. Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Sri Wahyuni Herman menyebut peristiwa serupa telah berulang beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, dan penyebab utamanya diduga berasal dari limbah yang terbawa aliran Sungai Kedung Pane dari wilayah hulu.

Dari data yang dihimpun legislator tersebut, pada 2021 lalu tumpukan sampah di sekitar muara Sungai Kedung Pane pernah membentang hingga sekitar satu kilometer. Kondisi serupa kembali terjadi pada 2025 lalu, dan pada Februari 2026, Pemerintah Kota Cirebon kembali melakukan penanganan di lokasi yang sama.

Siklus Sampah yang Terulang Setiap Musim Hujan

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa sampah dari bagian hulu terbawa arus menuju hilir lalu tertahan di kawasan pesisir. Ketika hujan deras mengguyur, debit sungai meningkat dan membawa lebih banyak limbah ke Pantai Kesenden.

"Kalau setiap hujan deras sampah kembali datang, artinya persoalan di sumbernya belum selesai," ujarnya dalam keterangan yang terkonfirmasi di Cirebon, Kamis.

Ia menambahkan, pembersihan pantai secara berkala saja tidak cukup untuk menyelesaikan akar masalah. Tanpa pengendalian di titik hulu, sampah akan terus berdatangan dan memaksa aparat berulang kali melakukan kerja pembersihan darurat.

Pentingnya Pemasangan Trash Barrier di Perbatasan

Untuk menghentikan kiriman sampah antarwilayah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Fina Amalia Purwantini mengusulkan pemasangan trash barrier atau penghalang sampah di wilayah perbatasan kabupaten dan kota. Langkah ini dinilai efektif untuk menahan sampah sebelum masuk ke sungai-sungai yang melintasi Kota Cirebon.

"Karena sampah-sampah dari kabupaten ini cukup banyak yang masuk ke sungai-sungai yang ada di Kota Cirebon," kata Fina.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung sebagai langkah awal penanganan. Menurut Fina, sampah yang mengalir berasal dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan yang terbawa hingga ke laut.

Perlu Kerja Sama Lintas Wilayah Administrasi

Sri Wahyuni menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu daerah. Sebab, aliran sungai tidak mengenal batas administrasi antara kabupaten dan kota.

"Sampah dari hulu Sungai Kedung Pane terbawa arus menuju hilir dan kemudian tertahan di kawasan pesisir," ungkapnya.

Ia menyebut polutan dari hulu tersebut akhirnya mencemari pesisir dan mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di Pantai Kesenden. Di sisi lain, sarana pengelolaan sampah di kawasan pesisir juga dinilai perlu diperkuat agar masyarakat memiliki tempat pembuangan yang memadai.

"Pengendalian harus dilakukan secara bersama dari hulu sampai hilir," tegasnya.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks