Gubernur Jabar Perluas Asuransi Nelayan Cirebon dan Pantura, Target 4 Juta Pekerja Informal pada 2027

Penulis: Candra Setiabudi  •  Jumat, 18 September 2026 | 09:25:31 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Pemprov Jabar memperluas perlindungan asuransi bagi nelayan di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan seluruh pantai utara, sebagai bagian dari jaminan kesehatan tenaga kerja. Program yang kini mencakup satu juta petani, nelayan, dan pekerja informal itu direncanakan menampung empat juta orang pada 2027. Pendataan nelayan diminta segera rampung agar perlindungan bisa menyeluruh.

CIREBON — Dedi menyampaikan hal itu saat berada di Cirebon, Jawa Barat, Kamis. Menurutnya, perluasan cakupan asuransi menyasar nelayan di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, hingga pesisir pantai utara.

"Di 2027 akan ditambah menjadi empat juta. Jadi nanti nelayan di Kota Cirebon ini, di Kabupaten Cirebon, kemudian nelayan di pantai utara semuanya, kepala Dinas Kelautan saya minta segera dibuatkan data yang memadai," katanya.

Pendataan Nelayan Jadi Kunci Perluasan Asuransi

Pendataan nelayan di seluruh Jabar dinilai penting agar perlindungan asuransi bisa diberikan merata. Pembiayaan berasal dari Pemprov Jabar dan dapat dikerjasamakan dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Program perlindungan kesehatan mencakup seluruh penyakit yang ditanggung sesuai ketentuan. Nelayan yang mengalami kecelakaan kerja mendapat santunan dan perlindungan.

"Kalau ada jaminan kematian, sampai anaknya mendapat beasiswa sampai dia selesai kuliah," ujarnya.

Dedi Minta Nelayan Kelola Penghasilan dengan Bijak

Dedi meminta nelayan mengelola penghasilan dari aktivitas melaut secara bijak. Termasuk menyisihkan pendapatan untuk tabungan agar dapat menopang kehidupan keluarga.

Selain perlindungan nelayan, kelestarian laut perlu menjadi perhatian. Kondisi laut berkaitan dengan aktivitas pembangunan dan pengelolaan lingkungan di wilayah hulu.

"Gunung diurus, laut dijaga. Ini dua hal yang sering berhubungan satu sama lain," katanya.

Kerusakan Pegunungan Berdampak ke Ekosistem Laut

Kerusakan kawasan pegunungan dapat menyebabkan sedimentasi ke sungai. Limbah dan sampah yang terbawa aliran sungai akhirnya bermuara ke laut dan mengganggu ekosistem perairan.

Pemprov Jabar ingin mempelopori penggunaan plastik yang dapat terurai. Langkah itu untuk mengurangi sampah yang masuk ke laut karena benda tersebut dapat membunuh plankton dan menyebabkan ikan terpapar mikroplastik.

Dedi menambahkan pembangunan kelautan tidak semata-mata berkaitan dengan perikanan. Cakupannya meliputi pengembangan pariwisata sehingga kawasan pesisir perlu ditunjang lingkungan yang bersih serta infrastruktur yang tertata.

"Kehadiran negara adalah bergerak pada hal-hal yang besar dan perlindungan," katanya.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top