Hakim Tolak Permintaan OpenAI Lihat Kesepakatan X dan Apple

Penulis: Agus Hermawan  •  Jumat, 18 September 2026 | 10:35:31 WIB

JAWA BARAT — Hakim Federal Mark Pittman menolak permintaan OpenAI untuk mengakses isi kesepakatan rahasia antara X, SpaceXAI, dan Apple dalam gugatan antitrust yang masih berjalan. Keputusan ini diambil setelah hakim meninjau dokumen tersebut secara tertutup dan menilai isinya tidak relevan dengan perkara yang tersisa melawan OpenAI. Langkah ini menjadi pukulan bagi strategi hukum OpenAI yang berupaya mengumpulkan bukti dari pihak ketiga.

Dalam putusannya, Pittman menyatakan bahwa pengadilan berhati-hati sebelum memaksa pengungkapan perjanjian damai yang bersifat rahasia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa setelah memeriksa materi tersebut, tidak ditemukan informasi yang relevan dengan sengketa yang masih berjalan.

Latar Belakang Gugatan Antitrust

X dan SpaceXAI sebelumnya menggugat Apple dan OpenAI ke pengadilan federal. Kedua perusahaan milik Elon Musk itu menuduh Apple dan OpenAI bersekongkol menutup akses aplikasi AI pesaing dari pasar, termasuk dengan membatasi visibilitas mereka di App Store. Apple dan OpenAI membantah semua tuduhan tersebut.

Beberapa hari lalu, X dan SpaceXAI memberi tahu pengadilan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Apple. Setelah kesepakatan itu tercapai, mereka berencana mencabut gugatan terhadap pembuat iPhone tersebut, sehingga perkara hanya tersisa melawan OpenAI.

Permintaan Darurat OpenAI

Mengetahui adanya kesepakatan itu, OpenAI mengajukan mosi darurat. Mereka meminta hakim memaksa X dan SpaceXAI menyerahkan isi perjanjian, dengan alasan dokumen tersebut mungkin memuat informasi yang menguntungkan posisi hukum OpenAI. Permintaan itu diajukan karena gugatan kini hanya menyasar OpenAI seorang diri.

Hakim Pittman kemudian memerintahkan X dan SpaceXAI menyerahkan perjanjian tersebut secara privat ke pengadilan. Tujuannya agar ia bisa menilai sendiri apakah isinya relevan dengan perkara yang tersisa.

Alasan Hakim Menolak

Dalam putusannya, Pittman menegaskan bahwa pengadilan tidak serta-merta memaksa pengungkapan perjanjian damai rahasia. Menurutnya, pengadilan kadang mengizinkan pengungkapan dokumen semacam itu jika memuat informasi relevan untuk putusan ringkas atau persidangan.

Namun, setelah meninjau dokumen yang diminta, ia menyimpulkan bahwa isinya tidak menyajikan informasi yang relevan dengan isu yang akan diputus dalam perkara tersebut. Karena itu, permintaan OpenAI ditolak.

Langkah Hukum Selanjutnya

Pittman juga mencatat bahwa OpenAI berencana mengajukan mosi putusan ringkas. Mosi ini meminta pengadilan memutus perkara atau sebagian klaim tanpa melalui persidangan penuh. Pengadilan disebut telah memberikan tambahan waktu kepada OpenAI untuk menyiapkan mosi tersebut.

Dengan ditolaknya permintaan ini, OpenAI harus mengandalkan bukti lain untuk membela diri dalam gugatan yang masih berjalan. Sementara itu, X dan SpaceXAI telah mengambil langkah untuk mencabut gugatan mereka terhadap Apple setelah tercapainya kesepakatan damai.

Bagi pengamat hukum teknologi, keputusan ini menunjukkan bahwa pengadilan cenderung melindungi kerahasiaan perjanjian damai kecuali ada alasan kuat yang membuktikan relevansinya. Perkembangan kasus ini masih akan berlanjut seiring persiapan mosi putusan ringkas oleh OpenAI.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top