Marquez Janji Menyerang di MotoGP Mandalika, Waspadai Dominasi Aprilia

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:35:01 WIB
Marc Marquez berbicara dalam konferensi pers menjelang MotoGP Mandalika 2026.

JAWA BARAT — Marc Marquez menegaskan bakal tampil agresif di MotoGP Mandalika 2026 meski belum pernah sekali pun finis di Sirkuit Internasional Mandalika sejak 2022. Pembalap berusia 33 tahun itu sedang dalam momentum emas dengan empat kemenangan ganda dari enam seri terakhir, dan kini hanya terpaut dua poin dari Jorge Martin di puncak klasemen.

Sirkuit Internasional Mandalika menyimpan catatan pahit bagi Marc Marquez. Dari empat gelaran GP yang digelar di Lombok sejak 2022, pembalap bernomor start 93 itu baru mengumpulkan 11 poin kejuaraan dunia dan belum pernah menyentuh garis finis Main Race hari Minggu.

Insiden tahun 2025 masih lekat dalam ingatan. Marquez tersingkir akibat bersenggolan dengan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, di lap pertama GP Mandalika. Crash itu tak hanya mengakhiri balapannya hari itu, tapi juga menutup partisipasinya di sisa musim.

Marquez Datang dengan Situasi Berbeda

Menjelang GP Indonesia 2026, kondisi Marquez jauh berubah. Pembalap pabrikan Honda itu mengaku datang dengan prasyarat yang sama sekali berbeda dibanding tahun lalu.

"Dibandingkan tahun lalu, saya datang ke sini dengan situasi dan prasyarat yang sama sekali berbeda," ujar Marquez dalam sesi konferensi pers pembuka jelang GP Indonesia 2026.

Marquez menegaskan fokusnya kini tertuju pada momen saat ini. Ia ingin memulai akhir pekan dengan baik dan bekerja optimal di dalam garasi. Tahun lalu, feeling-nya di atas motor terus membaik seiring berjalannya akhir pekan—itu pula yang menjadi target utama musim ini.

Momentum Emas dan Ancaman Aprilia

Tren performa Marquez sedang menanjak. Ia menyabet empat kemenangan ganda dari enam seri balap terakhir. Di klasemen sementara pembalap, posisinya hanya terpaut dua poin dari Jorge Martin yang membela pabrikan Aprilia.

Meski begitu, Marquez tak menutup mata soal karakter lintasan Mandalika. Ia mengakui secara objektif trek ini lebih cocok untuk Aprilia.

"Seperti yang sudah saya katakan di Motegi, saya akan berusaha menyerang di setiap trek—dan itu juga target saya di sini," tegas Marquez. "Secara feeling di atas motor, saya sekarang jauh lebih baik, jadi kita lihat saja nanti apa yang bisa diraih. Tapi, harus diakui secara objektif bahwa karakter lintasan ini memang lebih cocok untuk Aprilia. Tugas kami adalah berusaha menjaga jarak sedekat mungkin dengan mereka."

Sikap Marquez soal Format Baru MotoGP 2027

Sorotan media juga tertuju pada regulasi format akhir pekan baru MotoGP yang resmi diperkenalkan pada 7 Oktober lalu. Regulasi ini akan diterapkan mulai musim 2027, menghadirkan sesi Sprint Qualifying di hari Jumat serta pemangkasan durasi waktu total di lintasan bagi pembalap kelas primer.

"Kita harus memahami apa sebenarnya tujuan utama di balik perubahan-perubahan ini. Bagi seorang pembalap, penyesuaian ini berarti intensitas yang lebih tinggi dan pastinya bakal jauh lebih menuntut fisik. Padahal, dengan jadwal yang berlaku saat ini saja sebenarnya sudah cukup padat," ungkap juara dunia sembilan kali itu.

Saat disinggung soal minimnya ruang bagi pembalap untuk ikut menentukan kebijakan regulasi, Marquez menanggapi dengan realistis.

"Pihak tim dan penyelenggara yang membuat keputusan. Kamu terima begitu saja, atau kalau tidak ya tinggalkan," tutupnya.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: tmcblog.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top