Pencarian

Sukabumi Pasok 3.000 Ton Tuna per Tahun untuk Ekspor Jepang

Minggu, 03 Mei 2026 • 10:03:10 WIB
Sukabumi Pasok 3.000 Ton Tuna per Tahun untuk Ekspor Jepang
Nelayan Sukabumi mempersiapkan ikan tuna untuk ekspor ke Jepang di Pelabuhan Palabuhanratu.

SUKABUMI — Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Jawa Barat menetapkan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah percontohan industrialisasi perikanan tangkap dengan potensi tuna mencapai 3.000 ton per tahun. Produksi melimpah ini didukung garis pantai sepanjang 117 kilometer yang membentang dari Cisolok hingga Tegalbuleud.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu menjadi titik utama pendaratan ikan pelagis besar. Selain tuna, nelayan setempat mendominasi tangkapan pada jenis cakalang, tongkol, layur, cumi-cumi, hingga impun.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memfokuskan pengembangan pada komoditas tuna karena nilai ekonominya yang sangat tinggi. Target utamanya adalah pasar ekspor Jepang yang memiliki standar kualitas ketat terhadap produk perikanan tangkap.

Potensi Ekspor Tuna Sukabumi Capai 3.000 Ton per Tahun

Pemanfaatan potensi laut di Sukabumi terus dipacu melalui program industrialisasi. DPK Jawa Barat memilih wilayah ini sebagai pusat pengembangan karena konsistensi volume tangkapan yang stabil setiap musimnya. Ikan tuna menjadi primadona lantaran harga jualnya yang jauh mengungguli jenis ikan lainnya.

Strategi perikanan di Sukabumi mulai diarahkan pada penguatan rantai pasok ekspor. Nelayan didorong untuk menjaga kualitas tangkapan sejak dari tengah laut hingga proses pendaratan di dermaga. Langkah ini diambil guna memastikan tuna asal Sukabumi mampu bersaing di pasar internasional, terutama di Asia Timur.

Berdasarkan data operasional PPN Palabuhanratu, kelompok ikan pelagis besar tetap menjadi tulang punggung ekonomi nelayan tradisional maupun modern. Keberadaan industri pengolahan di sekitar pelabuhan juga mulai tumbuh untuk mendukung hilirisasi produk perikanan tersebut.

Hari Tuna Sedunia dan Komitmen Pengelolaan Laut Berkelanjutan

Peringatan Hari Tuna Sedunia setiap 2 Mei menjadi momentum penting bagi pengelolaan stok ikan di Jawa Barat. PBB menetapkan hari ini untuk menyoroti risiko overfishing atau penangkapan berlebih yang mengancam ekosistem laut global. Tuna berperan sebagai predator puncak yang menjaga keseimbangan populasi spesies lain di samudera.

"Tuna adalah sumber pangan yang kaya protein dan nutrisi, serta komoditas ekonomi yang sangat berharga secara global," tulis rilis resmi PBB terkait urgensi konservasi laut.

Pemerintah Indonesia melalui KKP terus mereformasi strategi perikanan guna mencegah kepunahan. Praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab menjadi syarat mutlak agar populasi tuna tetap terjaga. Hal ini serupa dengan upaya pemulihan populasi tuna sirip biru di Atlantik yang kini menjadi rujukan dunia.

Manfaat Nutrisi Tuna bagi Kesehatan Jantung dan Otak

Ikan tuna dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi dengan kandungan 22 hingga 26 gram per 100 gram porsi. Keunggulan utamanya terletak pada kadar lemak yang rendah dan bebas karbohidrat. Hal ini menjadikannya pilihan utama bagi masyarakat yang menjalani pola diet sehat atau pembentukan massa otot.

Kandungan asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) dalam tuna terbukti efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Nutrisi ini sangat krusial untuk mendukung fungsi otak dan menjaga kesehatan jantung. Selain itu, tuna kaya akan vitamin B12, zat besi, dan selenium yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.

Konsumsi rutin ikan ini juga membantu mencegah anemia dan memberikan efek kenyang lebih lama. Dengan kalori yang berkisar antara 100-144 kkal, tuna menjadi komoditas pangan yang sangat ideal untuk mendukung program ketahanan pangan nasional di masa depan.

Bagikan
Sumber: sukabumiheadline.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks