BANDUNG — Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi memperbarui skema angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk periode Mei 2026 bagi pelaku UMKM di Jawa Barat. Program ini menyediakan plafon pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp100 juta dengan suku bunga kompetitif sebesar 6 persen efektif per tahun.
Penyesuaian tabel angsuran ini dilakukan untuk memberikan kepastian bagi calon debitur dalam mengukur kemampuan finansial sebelum mengajukan kredit. Skema tenor yang ditawarkan cukup fleksibel, mulai dari 12 bulan hingga maksimal 60 bulan guna menyesuaikan perputaran modal usaha.
Tiga Kategori KUR BRI 2026 untuk Pelaku UMKM
Program KUR BRI 2026 terbagi ke dalam tiga kategori utama yang disesuaikan dengan skala bisnis. Pertama, KUR Super Mikro yang ditujukan bagi pengusaha pemula dengan kebutuhan modal kecil dan persyaratan yang lebih sederhana.
Kedua, kategori KUR Mikro yang melayani pinjaman dengan limit hingga Rp100 juta. Terakhir, terdapat KUR Kecil bagi pelaku usaha yang telah berkembang dengan plafon mulai dari Rp100 juta hingga maksimal Rp500 juta.
Suku bunga 6 persen per tahun menjadi daya tarik utama program ini. Angka tersebut dinilai sangat ringan dibandingkan pinjaman komersial biasa, sehingga margin keuntungan pengusaha kecil tidak tergerus oleh beban bunga yang tinggi.
Simulasi Cicilan KUR BRI Plafon Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
Bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal kerja awal, pinjaman Rp1 juta menawarkan cicilan sangat ringan, yakni Rp19.801 untuk tenor 60 bulan. Sementara untuk tenor 12 bulan, debitur hanya perlu membayar Rp86.527 per bulan.
Pada plafon menengah seperti Rp20 juta, simulasi cicilan tercatat sebesar Rp1.730.535 untuk jangka waktu satu tahun. Jika mengambil tenor maksimal lima tahun, kewajiban bulanan menyusut menjadi Rp396.024.
Untuk pinjaman maksimal di kategori Mikro sebesar Rp100 juta, berikut rincian simulasinya:
- Tenor 12 bulan: Rp8.652.675
- Tenor 24 bulan: Rp4.477.258
- Tenor 36 bulan: Rp3.087.710
- Tenor 48 bulan: Rp2.394.624
- Tenor 60 bulan: Rp1.980.120
Pentingnya Analisis Arus Kas Sebelum Pengajuan
Pemilihan tenor dan jumlah plafon harus didasarkan pada proyeksi pendapatan bulanan. Hal ini krusial agar suntikan modal benar-benar menjadi penggerak ekspansi, bukan justru menjadi beban yang menghambat operasional harian.
Pihak perbankan menekankan bahwa angka-angka dalam tabel simulasi tersebut bersifat estimasi. Keputusan akhir mengenai besaran cicilan dan persetujuan kredit tetap bergantung pada hasil analisis kelayakan serta verifikasi lapangan oleh petugas bank.
Calon debitur di Jawa Barat disarankan untuk mendatangi kantor unit BRI terdekat dengan membawa dokumen pendukung seperti identitas diri dan surat keterangan usaha. Proses verifikasi yang akurat akan mempercepat pencairan dana modal kerja tersebut.