CIANJUR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat gelombang pengungsian terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Cibeber sejak Senin petang. Warga yang sebelumnya sempat kembali ke rumah pascabanjir pertama, kini harus kembali mengungsi demi keselamatan jiwa.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat 65 kepala keluarga (KK) yang menempati sejumlah titik aman. Lokasi pengungsian dipusatkan di balai desa, madrasah, serta rumah kerabat yang tidak terdampak luapan air.
Fokus Evakuasi pada Kelompok Rentan di Desa Cihaur
"Sebagian besar perempuan dan anak yang mengungsi ke sejumlah tempat termasuk balai desa dan rumah saudaranya. Petugas gabungan TNI/Polri, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan Cianjur melakukan penanganan cepat membantu warga membersihkan lumpur sisa banjir," kata Asep pada Senin (4/5/2026).
Petugas gabungan dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat. Tim di lapangan memprioritaskan evakuasi kelompok rentan karena kenaikan debit air terjadi cukup cepat saat hujan turun dengan intensitas tinggi pada petang hari.
Selain melakukan evakuasi, petugas mulai membantu warga membersihkan material lumpur yang masuk ke dalam rumah. Langkah ini dilakukan agar saat air benar-benar surut, beban pembersihan lingkungan tidak semakin berat bagi warga terdampak.
Banjir Susulan Lebih Tinggi dari Kejadian Sebelumnya
Ketinggian air pada banjir susulan kali ini dilaporkan lebih parah dibandingkan kejadian beberapa hari lalu. Genangan mencapai dua meter di beberapa titik terendah Desa Cihaur, meski hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang masif atau korban jiwa.
Logistik bantuan mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama di pengungsian. BPBD terus memantau pergerakan debit air mengingat cuaca di wilayah Cianjur masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi pada malam hari.
Asep menjelaskan bahwa karakteristik banjir kali ini datang dengan volume air yang lebih besar. Hal ini dipicu oleh kondisi tanah yang sudah jenuh air akibat hujan berturut-turut dalam beberapa hari terakhir, sehingga daya serap lingkungan menurun drastis.
BPBD Imbau Waspada Potensi Banjir Susulan Malam Hari
"Kami meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana, terlebih ketika hujan kembali turun pada petang dan malam hari," ujar Asep.
Pihaknya menekankan pentingnya evakuasi mandiri, terutama bagi warga yang tinggal di daerah cekungan rawan banjir. Langkah antisipasi ini dinilai lebih efektif untuk menekan risiko jatuhnya korban jiwa saat bencana datang tiba-tiba di tengah malam.
Selain di Desa Cihaur, banjir sempat melanda permukiman warga di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber. Sebanyak sembilan KK di wilayah tersebut sempat mengungsi pada Senin dini hari, namun air segera surut dalam waktu satu jam sehingga warga bisa langsung kembali ke rumah masing-masing.