Sebanyak 18 siswi SMKN 2 Garut yang menjadi korban pemotongan rambut paksa oleh guru BK kini difasilitasi ke salon oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Langkah ini diambil usai Dedi menemui para orang tua siswa untuk meredam polemik yang sempat viral di media sosial baru-baru ini.
BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah konkret untuk memulihkan kondisi belasan siswi SMKN 2 Garut yang mengalami insiden pemotongan rambut secara paksa. Sebanyak 18 siswi tersebut dikirim ke salon untuk merapikan kembali penampilan mereka setelah rambutnya dipotong oleh oknum guru Bimbingan Konseling (BK).
Upaya Pemulihan Penampilan 18 Siswi Garut
Dedi mengonfirmasi bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan para siswi beserta orang tua mereka di Kota Bandung pada Rabu (6/5/2026). Pertemuan ini dilakukan untuk mendengarkan kronologi lengkap sekaligus mencari solusi atas trauma yang mungkin dialami para pelajar tersebut.
“Kemarin orang tua siswanya sudah ketemu saya, siswanya sudah ketemu. Jumlah semuanya 18 orang, sudah selesai. Kemarin sudah saya kirim mereka ke salon untuk merapikan rambut semuanya,” ujar Dedi.
Duduk Perkara Aksi Potong Rambut di SMKN 2 Garut
Insiden ini bermula ketika seorang guru BK melakukan tindakan disiplin terhadap belasan siswi yang kedapatan mewarnai rambut. Meski para siswi tersebut mengenakan hijab dalam kesehariannya di sekolah, pihak sekolah tetap melakukan pemotongan rambut secara paksa yang kemudian memicu reaksi keras di jagat maya.
Perdebatan sempat pecah di kalangan warganet. Sebagian pihak menilai tindakan guru BK sudah sesuai aturan sekolah terkait larangan mengecat rambut, sementara pihak lain mengecam metode tersebut karena dianggap tidak etis, terutama bagi siswi yang sudah menutup aurat dengan kerudung.
Publikasi Hasil Mediasi Melalui Kanal Digital
Guna menghindari kesimpangsiuran informasi, Dedi menyatakan bahwa detail penanganan kasus ini akan dibuka secara transparan kepada masyarakat. Hal ini mencakup latar belakang tindakan guru hingga poin-poin kesepakatan yang diambil antara orang tua siswa dan pihak sekolah.
“Nanti ada tayangannya nanti sore. Sudah siswa yang di Garut yang dipotong oleh guru BK-nya. Nanti sore ada tayangan lengkapnya di YouTube saya, agar bisa dilihat dengan jelas apa yang dilakukan,” pungkasnya.