BOGOR — Personel Polsek Parung bergerak cepat menggagalkan potensi bentrokan antar-pelajar di wilayah Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Langkah preventif ini dilakukan setelah kepolisian menerima informasi akurat mengenai rencana tawuran di titik perbatasan Parung dan Depok.
Rencana Tawuran Disepakati Melalui Media Sosial
Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah mengungkapkan bahwa aksi tersebut bukan merupakan kejadian spontan. Berdasarkan pemeriksaan awal, para remaja tersebut diketahui telah menjalin komunikasi intensif untuk menentukan waktu dan lokasi bentrokan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa para remaja tersebut diduga telah merencanakan aksi tawuran antar sekolah yang sebelumnya telah disepakati melalui media sosial. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka," jelas Kompol Maman, Rabu (6/5/2026).
Beruntung, koordinasi cepat antara warga dan petugas piket patroli membuat rencana tersebut berhasil diredam sebelum benturan fisik terjadi di lapangan.
Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti di Lokasi
Saat personel kepolisian melakukan pengecekan ke lokasi yang dilaporkan, petugas menemukan sekelompok remaja yang sedang bergerombol. Gerak-gerik mereka dinilai mencurigakan dan beberapa di antaranya diduga kuat membawa senjata tajam untuk digunakan saat tawuran.
Petugas bersama warga setempat langsung melakukan tindakan cepat untuk membubarkan massa. Meskipun sebagian remaja berhasil melarikan diri dari sergapan, tiga orang di antaranya berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Mapolsek Parung.
Dari hasil pengamanan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan tiga unit telepon genggam. Ponsel tersebut kini menjadi objek pemeriksaan untuk mendalami jaringan komunikasi antar-kelompok pelajar tersebut.
Langkah Pembinaan dan Pengawasan Orang Tua
Ketiga remaja yang tertangkap kini harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Parung. Selain menjalani pemeriksaan, pihak kepolisian juga memanggil orang tua masing-masing serta perwakilan pihak sekolah untuk proses pendalaman dan pembinaan.
Kompol Maman menegaskan bahwa patroli rutin akan terus ditingkatkan, terutama di jam-jam rawan dan titik perbatasan wilayah. Ia juga meminta peran aktif lingkungan keluarga dalam mengawasi aktivitas anak di luar jam sekolah agar tidak terjerumus pada tindakan kriminal.
"Kami juga mengimbau kepada para orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan membina anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum," tegasnya.