BANDUNG — "Semua di Indonesia tidak mau Persib tiga kali juara, tapi kita yang ingin, kita yang mau, dan kita akan lakukan itu," ujar Marc Klok menggunakan megafon di depan ribuan Bobotoh yang memenuhi tribun GBLA pada Kamis (7/5/2026). Ucapan kapten Persib tersebut langsung disambut riuh dan chant dukungan dari kerumunan suporter yang terus menyemangati tim kesayangan mereka.
Solidaritas Suporter Jadi Fokus Klok
Klok juga menekankan komitmen seluruh skuat untuk berjuang demi harga diri klub dan suporter, meski pertandingan menghadapi Persija dijadwalkan di Samarinda, bukan di kandang sendiri. "Guys, semua pemain di sini, kalau kita bermain di mana pun, stadion di mana pun, kita berada buat kalian. Kita berjuang dengan kalian dan fight buat harga diri kalian," kata Klok.
Momentum pidato Klok menciptakan suasana emosional yang unik di GBLA. Chant dukungan, flare, dan lautan biru di tribun menciptakan atmosfer berbeda dari sesi latihan biasanya. Sejumlah pemain baru Persib—Thom Haye, Eliano Reijnders, Andrew Jung, Frans Putros, hingga Layvin Kurzawa—terlihat terpukau dengan antusiasme yang terus dilontarkan Bobotoh sepanjang latihan berlangsung.
Persija vs Persib: Pertandingan Krusial Papan Atas
Laga Persija melawan Persib pada Minggu (10/5/2026) memang bukan pertandingan biasa. Kedua tim sedang berada di papan atas klasemen Super League 2025/2026, dan hasil pertandingan akan mempengaruhi posisi keduanya dalam perebutan gelar juara musim ini. Pemindahan venue ke Samarinda menambah kompleksitas pertandingan, karena Persib harus tampil di luar Bandung dalam laga yang sarat rivalitas.
Meski Persib merupakan juara dua musim terakhir, tekanan dari kompetitor lain nyata terasa menjelang pertandingan ini. Namun dukungan besar Bobotoh yang datang ke GBLA menunjukkan bahwa faktor mental dan solidaritas suporter tetap menjadi sumber kekuatan utama bagi Persib dalam mengejar gelar ketiga berturut-turut.