JAWA BARAT — Peristiwa ini terjadi pada Kamis (14/5/2026) sore, saat rombongan korban tengah dalam perjalanan menuju Pelawangan Sembalun. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Budy Kurniawan, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari TNGR dan Emergency Medical Handling Center (EMHC) langsung melakukan evakuasi setelah menerima laporan.
Kronologi Singkat: Hujan Reda, lalu Kolaps
Menurut Budy, rombongan korban sempat berteduh di Pos 4 jalur Sembalun karena hujan deras. Sekitar pukul 16.00 Wita, hujan mulai reda dan mereka melanjutkan perjalanan.
Baru sekitar 15 menit berjalan, korban membuka jas hujannya, lalu beberapa langkah kemudian menunduk dan terjatuh pingsan. “Guide yang mendampingi langsung memberikan pertolongan pertama dengan memanggil korban, tetapi tidak mendapat respons,” ujar Budy dalam keterangan resmi.
Upaya Penyelamatan dan Peran Dokter di Lokasi
Keberadaan seorang dokter yang kebetulan sedang mendaki di lokasi yang sama menjadi titik krusial. Dokter tersebut segera memberikan penanganan medis darurat, termasuk proses resusitasi jantung paru (RJP) karena korban di