SUKABUMI — Bukan hanya menutup akses kendaraan dari dua arah, pohon tumbang di jalur nasional Palabuhanratu-Banten itu juga merobohkan tiang listrik di sekitarnya. Kondisi ini memaksa petugas gabungan bekerja ekstra hati-hati selama proses evakuasi untuk menghindari risiko sengatan listrik.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pemadam Kebakaran langsung menerjunkan dua regu personel begitu menerima laporan warga. Penanganan dilakukan bersama BPBD, Tagana, aparat kepolisian, serta berkoordinasi dengan pihak PLN.
Evakuasi Terkendala Ukuran Batang dan Jaringan Listrik
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan proses evakuasi berjalan tidak sederhana. Ukuran batang pohon ketapang yang besar membutuhkan waktu lebih lama untuk dipotong dan disingkirkan dari badan jalan.
"Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan memastikan akses jalan dapat segera kembali normal," ujar Erwin.
Keberadaan tiang listrik yang roboh menjadi perhatian khusus selama proses penanganan. Petugas gabungan berkoordinasi dengan PLN untuk mengamankan jaringan listrik terlebih dahulu sebelum alat pemotong dan peralatan penyelamatan digunakan untuk membersihkan material.
Arus Lalu Lintas Kembali Normal, Warga Diminta Waspada
Berkat kerja sama seluruh unsur, material pohon akhirnya berhasil disingkirkan dan arus lalu lintas kembali normal pada malam yang sama. Pemkab Sukabumi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama di kawasan rawan longsor dan pohon tumbang.
"Alhamdulillah proses penanganan berjalan lancar dan akses lalu lintas kini sudah kembali normal," pungkas Erwin.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalur nasional Palabuhanratu-Banten untuk selalu waspada saat melintas, terutama ketika cuaca buruk melanda kawasan Sukabumi bagian selatan yang dikenal memiliki kontur jalan berkelok dan dikelilingi pepohonan besar.