Pencarian

Engkong Rana di Kuningan 20 Tahun Tinggal di Gubuk Tanah Kini Tersenyum Usai Rumah Direnovasi Total dari Nol

Senin, 18 Mei 2026 • 15:43:01 WIB
Engkong Rana di Kuningan 20 Tahun Tinggal di Gubuk Tanah Kini Tersenyum Usai Rumah Direnovasi Total dari Nol
Engkong Rana tersenyum bahagia setelah rumahnya di Kuningan direnovasi total oleh YCSK.

KUNINGAN — Lelaki tua yang akrab disapa Engkong Rana itu sudah bertahun-tahun terbiasa tidur di antara onggokan barang bekas yang memenuhi gubuknya. Lantai tanah dan atap bolong-bolong menjadi pemandangan sehari-hari. Penghasilan tak menentu—maksimal Rp 50 ribu sehari jika ada pekerjaan—membuatnya tak pernah bermimpi rumahnya bakal berubah.

Namun, pekan lalu, rumah itu dirobohkan. Bukan karena bencana, melainkan karena uluran tangan YCSK yang memutuskan membangun ulang dari nol. Proses renovasi berlangsung sebulan penuh, dan Engkong Rana sendiri ikut bekerja di proyek rumahnya.

Kondisi Awal yang Memprihatinkan

Ketua YCSK Sari Maryati mengaku kaget saat pertama kali datang ke kediaman Engkong Rana untuk menyalurkan bantuan sembako. "Saya mau duduk di mana saja waktu penyaluran sembako saya bingung, karena udah nggak ada tempat duduk sedikitpun," ujarnya.

Rumah itu, kata Sari, sudah tak layak huni. Dinding rapuh, lantai tanah, dan atap bocor di mana-mana. Engkong Rana yang sudah sepuh harus berbagi ruang dengan tumpukan barang bekas yang memenuhi hampir seluruh sudut rumah.

Engkong Rana Tak Mau Menganggur

Meski renta, Engkong Rana bukan tipe peminta-minta. Ia tetap bekerja membersihkan makam dan melakukan pekerjaan apa pun yang diminta tetangga. Anak satu-satunya sudah merantau di Jakarta, meninggalkan ia sendiri di kampung halaman.

"Alhamdulillah. Seneng sudah dibenerin rumahnya. Alhamdulillah," kata Engkong Rana dalam bahasa bercampur Sunda, tak kuasa menahan senyum saat rumah barunya diresmikan.

Kualitas Bangunan Di Atas Standar Rutilahu

Camat Ciwaru, Rusmiadi, yang hadir dalam peresmian, mengapresiasi kualitas bangunan yang disebutnya di atas layak huni. Ia memperkirakan biaya renovasi mencapai lebih dari Rp 40 juta—jauh di atas angka normal bantuan rutilahu yang biasanya Rp 25 juta. "Intinya kami dari pemerintah kecamatan apresiasi sebesar-besarnya YSCK yang support kami. Sehingga rumah tidak layak (itu) sekarang diatas layak," kata Camat.

Kepala Desa Karangbaru, Andri Herawan, juga menyampaikan terima kasih. Warganya yang sudah masuk penerima PKH ini, kata dia, mendapat bantuan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. "Alhamdulillah dari nol sampai ke atas, luar biasa bantuan besar ini," ujar Andri.

Harapan Sederhana di Usia Senja

Setelah rumahnya kokoh berdiri, Engkong Rana tak muluk-muluk. Ia hanya ingin tetap sehat, bisa bekerja, dan terus mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan. Rumah yang dulu gelap dan sumpek kini terang, bersih, dan rapi—tempat yang layak untuk menghabiskan sisa usia.

Bagikan
Sumber: kuninganmass.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks