BANDUNG — bank bjb berhasil menyabet lima penghargaan sekaligus dalam ajang Infobank–Isentia Digital Brand Appreciation 2026. Raihan ini menempatkan bank bjb sebagai salah satu institusi perbankan daerah dengan pengelolaan merek digital paling kuat di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Majalah Infobank bekerja sama dengan Isentia, sebuah lembaga pemantau media dan analisis reputasi. Ajang ini mengukur kinerja merek digital berdasarkan frekuensi pemberitaan positif, sentimen publik di media sosial, serta efektivitas komunikasi digital selama setahun terakhir.
Apa Saja Penghargaan yang Diraih bank bjb?
Dalam kategori Digital Brand Appreciation, bank bjb meraih predikat "Very Good" untuk beberapa unit bisnisnya. Penghargaan tersebut antara lain diberikan untuk kategori:
- Bank Pembangunan Daerah – Kategori Utama
- Layanan Perbankan Digital – untuk aplikasi mobile banking dan internet banking
- Kredit Usaha Rakyat (KUR) – atas inovasi penyaluran KUR secara digital
- Layanan Korporasi – untuk platform digital treasury dan cash management
- Unit Usaha Syariah – atas pengembangan layanan perbankan digital berbasis syariah
Mengapa Penghargaan Ini Penting bagi Nasabah?
Penghargaan ini bukan sekadar piala. Bagi nasabah bank bjb di Jawa Barat dan seluruh Indonesia, pengakuan ini menandakan bahwa layanan digital yang mereka gunakan sehari-hari—seperti transfer, pembayaran, hingga pengajuan kredit—telah memenuhi standar keamanan dan kemudahan yang diakui secara nasional.
Transformasi digital yang dijalankan bank bjb dalam beberapa tahun terakhir memang masif. Mulai dari peluncuran aplikasi djamo untuk segmen milenial, pengembangan QRIS di ribuan merchant UMKM, hingga digitalisasi layanan di 65 kantor cabang dan ratusan unit kerja di seluruh Indonesia.
Bagaimana bank bjb Membandingkan dengan Kompetitor?
Dalam ajang yang sama, bank bjb unggul dibandingkan BPD lainnya dari segi frekuensi pemberitaan positif di media arus utama dan media online. Isentia mencatat bahwa sentimen publik terhadap bank bjb di platform media sosial juga cenderung positif, terutama terkait kemudahan layanan dan respons cepat customer service digital.
Pencapaian ini sekaligus menjawab tantangan persaingan dengan bank swasta dan bank digital murni yang mulai merambah segmen pasar daerah. Dengan basis nasabah yang kuat di Jawa Barat, Banten, dan beberapa provinsi lain, bank bjb membuktikan bahwa BPD mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan identitas lokal.
Apa Langkah bank bjb Selanjutnya?
Pihak bank bjb menyatakan akan terus mengakselerasi transformasi digital, terutama pada layanan kredit digital dan integrasi ekosistem payroll untuk pemerintah daerah. Ke depan, bank bjb juga menargetkan peningkatan jumlah pengguna aplikasi mobile hingga 30 persen pada akhir 2026.
Dengan raihan ini, bank bjb tidak hanya memperkuat posisinya sebagai BPD terbesar, tetapi juga sebagai pionir transformasi digital perbankan daerah yang berdampak langsung pada kemudahan layanan bagi jutaan nasabah di Indonesia.