BANDUNG — Persib Bandung memastikan diri sebagai kampiun Super League 2025/26. Kepastian itu didapat setelah laga pekan pamungkas melawan Persijap berakhir dengan skor kacamata, 0-0.
Hasil imbang itu sudah cukup untuk mengunci gelar juara. Persib unggul dalam rekor head-to-head atas pesaing terdekatnya, Borneo FC, di puncak klasemen akhir musim.
Gelar Ditentukan oleh Rekor Pertemuan
Pertandingan melawan Persijap berjalan ketat. Kedua tim sama-sama kesulitan mencetak gol sepanjang 90 menit.
Meski hanya bermain imbang, poin tambahan itu membuat Persib tak terkejar di posisi pertama. Keunggulan head-to-head atas Borneo FC menjadi faktor penentu di akhir kompetisi.
Apa Arti Gelar Ini bagi Suporter?
Bagi Bobotoh, gelar ini adalah bukti konsistensi skuad asuhan pelatih Persib sepanjang musim. Perjalanan panjang sejak putaran pertama hingga akhir pekan lalu akhirnya berbuah manis.
Perayaan kecil tampak di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api usai pertandingan. Sebagian suporter memilih merayakan secara sederhana, sebagian lagi langsung bersiap menyambut tim di markas latihan.
Performa Borneo FC yang Mengejar Hingga Akhir
Borneo FC sendiri tampil impresif sepanjang musim. Namun, hasil head-to-head melawan Persib menjadi batu sandungan terbesar mereka.
Dua pertemuan sebelumnya antara Persib dan Borneo FC berakhir dengan kemenangan Persib di satu laga dan hasil imbang di laga lainnya. Catatan itu yang membuat posisi Maung Bandung aman meski koleksi poin sama.
Musim Depan: Tantangan Mempertahankan Mahkota
Gelar musim ini menjadi modal berharga bagi Persib untuk menghadapi musim depan. Tekanan untuk mempertahankan gelar biasanya lebih berat daripada merebutnya.
Manajemen tim diperkirakan akan mulai menyusun strategi untuk bursa transfer pemain. Mempertahankan skuad inti dan menambah beberapa amunisi baru menjadi prioritas utama.