BOGOR — Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bogor mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Selain mengatasi masalah sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah klasik, proyek ini juga menghasilkan listrik yang terhubung dengan jaringan PLN.
Bagaimana Cara Kerja PSEL di Bogor?
PSEL mengubah sampah menjadi energi melalui proses pembakaran dengan suhu tinggi. Teknologi yang digunakan disebut insinerator, yang mampu membakar sampah tanpa menghasilkan polusi udara berbahaya.
Sistem penyaringan gas buangnya diklaim modern, sehingga emisi yang keluar dari cerobong aman bagi pernapasan warga. Abu sisa pembakaran pun tidak dibuang sembarangan, melainkan diolah kembali menjadi material bangunan.
Apa Dampak Langsung yang Dirasakan Warga?
Warga yang tinggal di radius 1 kilometer dari lokasi PSEL mengaku kualitas udara kini lebih segar. Bau sampah yang dulu menyengat saat musim hujan mulai berkurang drastis.
Tidak ada lagi keluhan soal asap hitam atau debu yang mengotori lingkungan. Pihak pengelola rutin mengukur kualitas udara secara berkala dan hasilnya dipajang di papan informasi publik.
Berapa Banyak Sampah yang Bisa Diolah?
PSEL Bogor mampu mengolah hingga 250 ton sampah per hari. Jumlah ini setara dengan sekitar 60 persen volume sampah harian yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.
Dengan kapasitas tersebut, umur pakai TPA bisa diperpanjang. Sampah yang tadinya hanya menumpuk kini punya nilai ekonomi karena diubah menjadi energi listrik.
Listrik yang Dihasilkan untuk Siapa?
Energi listrik yang dihasilkan PSEL mencapai 6 megawatt (MW) per hari. Sebagian besar listrik ini akan dijual ke PLN dan dialirkan ke rumah-rumah warga di Kota Bogor.
Warga tidak perlu khawatir soal tarif. Pihak PLN memastikan listrik dari PSEL masuk ke jaringan umum dengan harga yang sama seperti listrik pada umumnya.
Apakah PSEL Benar-Benar Ramah Lingkungan?
Teknologi insinerator yang digunakan dilengkapi filter elektrostatik untuk menangkap partikel debu. Suhu pembakaran mencapai 1.000 derajat Celcius, cukup tinggi untuk memusnahkan zat berbahaya.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor menyebutkan bahwa hasil uji emisi berkala selalu memenuhi baku mutu. Tak ada laporan warga yang mengalami gangguan pernapasan sejak proyek ini beroperasi penuh.
Apakah Bau Sampah Masih Tercium?
Warga yang tinggal di Kelurahan Cilendek Timur, dekat lokasi PSEL, mengaku bau sampah kini hampir tidak tercium. Truk pengangkut sampah juga melewati jalur khusus yang tidak melintasi permukiman padat.
Manajemen PSEL juga memasang alat penyemprot penghilang bau di area pembongkaran sampah. Langkah ini dilakukan agar aktivitas pengolahan tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Apakah Warga Mendapat Manfaat Ekonomi?
Proyek ini menyerap puluhan tenaga kerja lokal, mulai dari operator mesin hingga petugas kebersihan. Beberapa warga juga membuka warung makan di sekitar lokasi proyek untuk melayani karyawan.
Pemerintah Kota Bogor berencana mengembangkan kawasan ini menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah. Nantinya, warga bisa belajar langsung cara mengolah sampah tanpa merusak lingkungan.
Kapan Target Operasi Penuh PSEL?
PSEL Bogor saat ini sudah beroperasi secara bertahap sejak awal 2025. Kapasitas penuh 250 ton per hari ditargetkan tercapai pada akhir tahun ini.
Setelah itu, seluruh sampah kota Bogor tidak lagi dibuang begitu saja ke TPA, melainkan diolah menjadi energi yang bermanfaat.
Apakah Ada Risiko Pencemaran Lain?
Pihak pengelola menjamin bahwa air limbah dari proses pengolahan sampah tidak dibuang ke sungai. Air tersebut diolah kembali dalam sistem tertutup (closed loop).
Limbah padat berupa abu sisa pembakaran juga tidak dibuang ke TPA, melainkan dijadikan campuran paving block. Dengan begitu, tidak ada residu yang mencemari tanah atau air tanah warga.