BOGOR — Rasa penasaran seorang bocah di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, berujung pada insiden yang menegangkan. Jari tangannya tersangkut di lubang mur baut pagar rumah, membuatnya panik dan tak bisa melepaskan diri. Beruntung, petugas Damkar dari Pos Cileungsi tiba dan berhasil mengevakuasi jari anak tersebut tanpa cedera serius.
Bocah Panik, Jari Tak Bisa Dilepaskan dari Pagar
Kejadian bermula saat anak tersebut bermain di sekitar halaman rumah. Tanpa sengaja, ia memasukkan jarinya ke lubang mur baut yang ada di pagar besi. Saat hendak menariknya kembali, jari itu justru tersangkut dan tidak bisa keluar. Kepanikan pun tak terhindarkan, baik dari sang anak maupun keluarganya yang berusaha membantu.
Upaya melepaskan jari dengan minyak dan sabun tidak membuahkan hasil. Keluarga kemudian memutuskan untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar dari Pos Cileungsi merespons laporan tersebut dan langsung menuju lokasi.
Evakuasi dengan Gerinda Mini, Berlangsung Hati-hati
Petugas Damkar tiba di lokasi dengan membawa peralatan khusus. Mereka menggunakan gerinda mini untuk memotong bagian mur baut yang menjepit jari bocah tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak melukai jari anak yang tersangkut.
Selama proses pemotongan, petugas terus menenangkan bocah yang masih dalam kondisi panik. Beberapa tetes air digunakan untuk mendinginkan area sekitar mur baut yang terkena gesekan gerinda. Dalam waktu singkat, mur baut berhasil dipotong dan jari anak tersebut berhasil dikeluarkan.
Kondisi Jari Bocah dan Imbauan untuk Orang Tua
Setelah dievakuasi, jari bocah tersebut terlihat sedikit bengkak namun tidak mengalami luka serius. Ia pun langsung mendapatkan penanganan pertama dari petugas. Keluarga bersyukur karena proses penyelamatan berjalan lancar dan tanpa cedera berarti.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua di Klapanunggal dan sekitarnya. Benda-benda di sekitar rumah, seperti lubang pagar, celah kursi, atau mainan dengan rongga kecil, bisa menjadi jebakan bagi anak-anak yang sedang bermain. Pengawasan ekstra sangat diperlukan untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.