BOGOR — Di balik julukan Kota Hujan, Bogor menyimpan ragam kuliner tradisional yang sulit dijumpai di daerah lain di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan sudah menjadi ikon yang wajib dicicipi wisatawan saat bertandang ke kota ini.
Dari hasil penelusuran, tujuh jenis makanan ini kerap disebut sebagai kuliner khas Bogor yang memiliki cita rasa unik dan tidak mudah ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung.
Soto Mie Bogor, Primadona di Setiap Sudut Kota
Soto mie menjadi salah satu favorit utama wisatawan. Berbeda dengan soto pada umumnya, soto mie Bogor menggunakan mie kuning tebal yang disiram kuah kaldu sapi kental, ditambah potongan daging, kikil, dan tauge.
Rasanya yang gurih dan sedikit manis membuat kuliner ini selalu ramai pembeli, terutama di pagi hari. Beberapa warung legendaris di kawasan Jalan Suryakencana dan Pasar Bogor menjadi tempat favorit para pemburu soto mie.
Doclang, Lontong dengan Siraman Bumbu Kacang
Doclang adalah sajian lontong yang disiram bumbu kacang kental, dilengkapi tahu goreng, tauge, dan kerupuk. Sekilas mirip ketoprak, namun bumbu doclang lebih pekat dan menggunakan kecap manis khas Bogor.
Kuliner ini biasanya dijajakan di gerobak-gerobak pinggir jalan pada sore hingga malam hari. Harganya yang terjangkau membuat doclang tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern.
Laksa Bogor, Perpaduan Santan dan Oncom
Laksa Bogor memiliki ciri khas pada kuah santan yang dicampur dengan oncom hitam. Isiannya berupa bihun, telur rebus, dan daun kemangi yang memberikan aroma segar.
Tekstur kuahnya lebih kental dibanding laksa dari daerah lain. Beberapa penjual masih menggunakan resep turun-temurun yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Asinan Bogor, Segar dan Pedas Mewakili Iklim Kota Hujan
Asinan Bogor terkenal dengan kuah cuka yang pedas, manis, dan segar. Isiannya terdiri dari tahu kuning, taoge, kol, dan selada, lalu ditaburi kacang tanah goreng dan kerupuk mie.
Rasa segar dari kuah asinan menjadi pelepas dahaga yang cocok di tengah cuaca Bogor yang sering hujan. Banyak wisatawan membeli asinan dalam kemasan untuk dijadikan oleh-oleh.
Mie Kocok, Mie dengan Kikil Sapi Gurih
Mie kocok adalah mie kuning yang disajikan dengan potongan kikil sapi, bakso, dan kuah kaldu gurih. Berbeda dengan mie kocok Bandung yang menggunakan tulang sapi, versi Bogor lebih dominan rasa kikil yang lembut.
Kuliner ini biasanya dinikmati dengan tambahan sambal dan jeruk nipis. Penjual mie kocok banyak ditemukan di kawasan Pasar Anyar dan sekitar Stasiun Bogor.
Bogor Pancake atau Martabak Bolu
Pancake khas Bogor memiliki tekstur lembut seperti bolu, bukan martabak manis pada umumnya. Kue ini berlapis-lapis dengan olesan margarin dan taburan meises atau keju.
Pancake Bogor biasanya dijual dalam kemasan kotak dan menjadi oleh-oleh favorit. Rasanya yang manis dan ringan cocok untuk semua kalangan.
Kue Cubit, Jajanan Pasar yang Tak Lekang Waktu
Kue cubit khas Bogor memiliki tekstur lebih tebal dan padat dibanding kue cubit dari daerah lain. Bagian tengahnya setengah matang, menciptakan sensasi lumer di mulut.
Jajanan ini banyak dijual di area wisata seperti Kebun Raya Bogor dan Taman Kencana. Harganya yang ekonomis membuat kue cubit tetap menjadi favorit anak-anak hingga dewasa.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Dicari Wisatawan
Di mana tempat terbaik mencicipi soto mie Bogor?
Warung soto mie legendaris banyak ditemukan di Jalan Suryakencana dan kawasan Pasar Bogor. Beberapa di antaranya buka sejak pagi dan sudah beroperasi puluhan tahun.
Apakah asinan Bogor bisa dijadikan oleh-oleh?
Ya, banyak penjual menyediakan asinan dalam kemasan botol atau plastik vakum. Kuah dan isiannya dipisah agar tetap segar saat dibawa pulang.
Berapa kisaran harga kuliner khas Bogor?
Rata-rata harga kuliner khas Bogor berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 35.000 per porsi. Harga bisa berbeda tergantung lokasi dan tambahan topping.