Pencarian

Pengemudi Ambulans Mengeluh Terjebak One Way di Jalur Puncak Bogor, Minta Prioritas bagi Kendaraan Darurat

Sabtu, 30 Mei 2026 • 22:46:01 WIB
Pengemudi Ambulans Mengeluh Terjebak One Way di Jalur Puncak Bogor, Minta Prioritas bagi Kendaraan Darurat
Pengemudi ambulans mengeluhkan kesulitan melintas saat one way di Jalur Puncak Bogor.

BOGOR — Sistem satu arah atau one way yang diterapkan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, pada akhir pekan dan hari libur nasional seringkali menjadi kendala bagi pengemudi ambulans. Mereka mengaku kesulitan melaju ketika membawa pasien karena harus mengantre bersama kendaraan lain yang terjebak kemacetan panjang.

Mengapa Pengemudi Ambulans Minta Prioritas?

Para pengemudi ambulans yang kerap melintasi jalur tersebut menyebut bahwa situasi darurat tidak bisa menunggu antrean panjang kendaraan. Saat one way diberlakukan, jalur yang seharusnya kosong justru dipenuhi kendaraan pribadi dan bus, sehingga ambulans tidak punya ruang untuk mendahului.

Apa yang Terjadi di Lapangan?

Dalam beberapa kesempatan, pengemudi ambulans terpaksa menyalip dari bahu jalan atau meminta pengendara lain minggir secara manual. Namun, tidak semua pengendara memberikan jalan karena padatnya volume kendaraan. “Kami hanya ingin ada perlakuan khusus, misalnya jalur khusus atau prioritas saat one way,” ujar salah satu pengemudi ambulans yang enggan disebutkan namanya.

Bagaimana Respons Pihak Berwenang?

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian yang bertugas mengatur rekayasa lalu lintas di Jalur Puncak belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan ini. Namun, beberapa petugas di lapangan mengaku akan berusaha memprioritaskan ambulans jika situasi memungkinkan, meskipun tidak ada prosedur tetap yang mengatur.

Apa Dampaknya bagi Pasien?

Keterlambatan ambulans akibat kemacetan di Jalur Puncak berpotensi membahayakan pasien yang membutuhkan penanganan medis segera. Pengemudi ambulans berharap ada koordinasi antara Dinas Perhubungan, kepolisian, dan pengelola jalur wisata untuk menciptakan sistem yang lebih ramah terhadap kendaraan darurat.

Apakah Ada Solusi yang Pernah Ditawarkan?

Sebelumnya, sejumlah pihak sempat mengusulkan pembuatan jalur khusus atau koridor darurat di sepanjang Jalur Puncak. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum terealisasi karena terkendala lahan dan biaya. Para pengemudi ambulans berharap pemerintah daerah segera mencari solusi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Apakah Ada Titik Rawan Lain?

Selain Jalur Puncak, kemacetan serupa juga kerap terjadi di jalur wisata lain seperti kawasan Puncak Dua dan Cisarua. Pengemudi ambulans yang bertugas di wilayah tersebut juga mengeluhkan hal yang sama, terutama saat libur panjang atau musim liburan sekolah.

Kapan Biasanya One Way Diterapkan?

Rekayasa lalu lintas one way di Jalur Puncak biasanya diberlakukan pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, terutama saat arus kendaraan menuju kawasan wisata meningkat drastis. Sistem ini diterapkan untuk mengurangi kemacetan, namun justru menimbulkan masalah baru bagi kendaraan darurat.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ambulans boleh melawan arus saat one way?

Tidak. Ambulans tetap harus mengikuti arus lalu lintas yang berlaku. Namun, pengemudi bisa meminta prioritas kepada petugas di lapangan jika situasi darurat.

Bagaimana cara melaporkan ambulans yang terhambat?

Masyarakat bisa menghubungi pos polisi terdekat atau call center kepolisian setempat untuk melaporkan kondisi darurat di jalur yang macet.

Siapa yang bertanggung jawab mengatur prioritas ambulans?

Petugas kepolisian yang berjaga di titik-titik tertentu biasanya yang berwenang memberikan prioritas. Namun, belum ada prosedur baku yang mengatur hal ini secara khusus.

Bagikan
Sumber: radarbogor.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks