BANDUNG — Perayaan sepuluh tahun Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tahun ini tidak hanya dimeriahkan dengan lomba internal. Panitia menyiapkan dua kegiatan utama yang menyasar publik luas: job fair dan fun run.
Ketua Pelaksana Milad, Rikki Maulana Yusup, menyebutkan bahwa fun run menargetkan seribu peserta. “Terdiri atas sivitas akademika UM Bandung, mahasiswa, pelajar SMK/SMA/MA, termasuk masyarakat umum,” ujarnya di kampus UM Bandung pada Jumat (12/06/2026).
Rute Fun Run Sepanjang Lima Kilometer
Rute lari santai sepanjang lima kilometer telah ditentukan sesuai arahan rektor. Start dari kampus UM Bandung menuju Perempatan Gedebage, lalu kembali ke kampus. Panitia berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang kebersamaan lintas komunitas.
Sementara itu, job fair akan menghadirkan panggung hiburan. Panitia berencana mengundang artis ternama untuk memeriahkan acara. Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Koperasi turut dilibatkan dalam penyelenggaraan bursa kerja ini.
Rangkaian Lomba Sudah Dimulai Sejak 8 Juni
Sebelum puncak acara, panitia telah menggelar berbagai perlombaan sejak 8 Juni 2026. Lomba esai dan poster, konten promosi digital, MTQ & MHQ, UMBDG got talent, catur, futsal, tenis meja, voli, bulu tangkis, hingga e-sport mobile legend ikut memeriahkan rangkaian milad.
Perlombaan ini terbuka bagi mahasiswa, tenaga pendidik, dan dosen di lingkungan kampus. Panitia menyiapkan sejumlah hadiah menarik bagi para juara yang akan diumumkan di acara puncak.
Kolaborasi dengan BEM dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Bandung Muhammad Yunus menyambut baik kolaborasi ini. “Kami dari panitia sekaligus kemahasiswaan mengusahakan untuk semaksimal mungkin bisa menyusun event-event ini dengan sangat baik,” ujar Yunus.
Puncak seluruh rangkaian acara juga akan dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Kehadiran tokoh bangsa ini diharapkan menambah bobot dan makna perayaan milad ke-10 UM Bandung.
Momentum Refleksi untuk Percepatan Kemajuan
Mengusung tema “Strengthening System, Achieving Excellence”, perayaan milad tahun ini dirancang sebagai momentum refleksi sekaligus dorongan kemajuan bagi seluruh sivitas akademika. Rikki menegaskan bahwa target perayaan ini bukan sekadar seremonial.
“Kita sudah sepuluh tahun, berarti kita harus lebih kuat segala-galanya. Tidak hanya satu sektor, tetapi seluruh sektor yang ada di UM Bandung itu harus kuat, sehingga kita semakin berdaya saing dan unggul,” tegasnya.
Ia berharap momentum milad menjadi titik tolak kemajuan di berbagai sektor—dari sistem, sumber daya manusia, hingga infrastruktur. Bukan kemajuan biasa, melainkan kemajuan yang pesat.