JAWA BARAT — Laga Brasil kontra Jepang di Stadion Internasional Yokohama, Kamis (25/6) malam, berlangsung sengit sejak menit awal. Tim besutan Carlo Ancelotti tampil dominan dan akhirnya memecah kebuntuan lewat Casemiro di babak pertama.
Gol Casemiro dan Mode Serangan yang Tak Pernah Padam
Casemiro mencetak gol setelah memanfaatkan skema serangan terorganisir. Ini bukan gol individu—melainkan hasil dari pergerakan tim yang rapi, ciri khas Ancelotti yang mulai terlihat pada skuad Brasil edisi 2026.
Setelah unggul, Brasil tidak mengendurkan tekanan. Mereka justru mengaktifkan kembali mode serangan penuh. Beberapa peluang berbahaya tercipta, membuat lini belakang Jepang terus bekerja keras.
Gaya Baru Selecao: Organisasi Eropa, Sentuhan Individu Minim
Yang menarik dari permainan Brasil malam ini adalah pendekatan taktisnya. Alih-alih mengandalkan aksi individu seperti era-era sebelumnya, Selecao versi Ancelotti lebih mengedepankan organisasi tim. Hanya sekali atau dua kali pemain Brasil menunjukkan skill individu di luar skema.
Selebihnya, serangan dibangun dengan pergerakan kolektif dan umpan-umpan pendek. Pola ini lazim ditemukan di klub-klub Eropa top. Ancelotti tampaknya berhasil menerapkan disiplin taktis tanpa menghilangkan kreativitas pemainnya.
Jepang Bertahan, Brasil Gagal Tambah Gol
Jepang tidak tinggal diam. Mereka beberapa kali mencoba menusuk lewat serangan balik cepat, namun pertahanan Brasil yang dikomandoi Marquinhos masih cukup solid. Meski mendominasi penguasaan bola, Brasil gagal menggandakan keunggulan hingga turun minum.
Skor 1-0 bertahan sampai jeda. Jepang masih menyisakan harapan di babak kedua, asalkan mereka mampu mematikan ritme permainan Brasil yang mulai panas.
Dampak ke Turnamen: Brasil Semakin Dekat ke 16 Besar
Kemenangan ini membawa Brasil ke posisi yang sangat menguntungkan di babak 32 besar. Jika mampu mempertahankan performa, Selecao dipastikan lolos ke 16 besar tanpa hambatan berarti. Jepang, di sisi lain, harus mengejar ketinggalan di sisa waktu pertandingan.
Laga ini juga menjadi ujian awal apakah gaya baru Brasil ala Ancelotti cukup ampuh menghadapi tim-tim Asia yang disiplin secara taktik. Sejauh ini, jawabannya positif.