TASIKMALAYA — Ratusan warga di kaki Gunung Galunggung itu kini bergantung pada pasokan air bersih dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya. Tim reaksi cepat BPBD setempat sudah mendistribusikan air bersih ke permukiman terdampak sejak Rabu (1/7) untuk menjamin kebutuhan dasar warga.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa penetapan status siaga darurat oleh Pemprov Jabar menjadi landasan hukum pemenuhan logistik kedaruratan di daerah.
“Dampak kekeringan ini telah mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang merespons dengan menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla di wilayah Jawa Barat,” kata Abdul Muhari dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis (2/6/2026).
Pasokan Air Mulai Menyusut, Warga di Pedangkamulyan Terdampak Langsung
Berdasarkan laporan kaji cepat tim di lapangan, peristiwa kekeringan pada awal musim kemarau ini berpusat di kawasan permukiman Desa Pedangkamulyan. Penurunan volume sumber air yang drastis membuat sumur-sumur warga mulai mengering.
BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat sedikitnya 850 KK terdampak langsung. Mereka kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan harian seperti minum, mandi, dan memasak. Armada tangki air pun langsung diterjunkan ke lokasi.
Masa Berlaku Siaga Darurat Hingga Level Provinsi
Abdul Muhari menyebutkan bahwa penetapan status siaga darurat ini berlaku di tingkat provinsi sejak 1 Juli 2026. Langkah cepat Pemprov Jabar tersebut sekaligus merespons gelombang laporan peristiwa bencana kekeringan harian yang mulai melanda sejumlah wilayah kabupaten lain.
Status siaga darurat ini tidak hanya untuk mengantisipasi krisis air bersih, tetapi juga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menyertai musim kemarau panjang di Jawa Barat. Pemenuhan kebutuhan logistik kedaruratan kini memiliki payung hukum yang jelas.
Belum ada laporan lebih lanjut mengenai wilayah lain di Jabar yang masuk kategori kritis. Namun, BNPB mengimbau pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota untuk segera melakukan pemetaan titik rawan kekeringan dan menyiapkan cadangan air bersih.