JAKARTA — Sebanyak 1.135 koperasi yang sudah bergerak di sektor sawit akan diintegrasikan dalam ekosistem baru ini. Menkop menargetkan setidaknya 20 persen dari lahan produktif akan dikelola oleh koperasi sebagai mitra plasma PT Agrinas Palma.
Model Inti-Plasma: Koperasi Tak Hanya Punya Kebun, tapi Juga Pabrik
Menkop Ferry Juliantono menjelaskan, model bisnis yang dibangun adalah PT Agrinas sebagai inti dan koperasi-koperasi sawit dikembangkan sebagai mitra plasma. “Kami ingin membangun model di mana PT Agrinas sebagai inti, dan koperasi-koperasi sawit dikembangkan sebagai mitra plasma. Setidaknya 20 persen dari lahan produktif akan dikelola oleh koperasi,” ujar Menkop.
Lebih dari sekadar memiliki kebun, koperasi didorong untuk memiliki pabrik pengolahan sendiri. “Sebuah ironi jika masyarakat petani punya sawit, tapi mereka harus antre minyak goreng. Koperasi adalah instrumen untuk menjadikan tata niaga sawit lebih adil. Kita akan dampingi agar mereka profesional dan mandiri,” tegasnya.
Pabrik CPO Milik Koperasi Segera Diresmikan di Musi Banyuasin
Sebagai langkah konkret, Kemenkop akan meresmikan pabrik Crude Palm Oil (CPO) milik koperasi di Musi Banyuasin pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Menkop optimistis keterlibatan koperasi dalam skala industri besar akan meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan.
“Koperasi sekarang masuk ke proses produksi, punya pabrik CPO sendiri, hingga produk turunan seperti minyak goreng atau minyak makan merah yang nantinya dijual kembali di koperasi desa. Ini adalah bentuk kedaulatan ekonomi masyarakat,” ungkap Menkop.
Agrinas Siapkan 250.000 Hektar Lahan Plasma untuk 250 Koperasi
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Muhammad Abdul Ghani, menjelaskan pihaknya saat ini ditugaskan mengelola lahan seluas 850.000 hektar di kawasan hutan yang sebelumnya diambil alih oleh Satgas PKH. Lahan ini rencananya akan diperluas hingga mencapai 1,25 juta hektar.
“Dari total lahan tersebut, minimal 250.000 hektar akan dialokasikan untuk plasma yang dikelola oleh sekitar 250 koperasi. Kami juga mengidentifikasi lebih dari 120.000 hektar sawit rakyat yang selama ini ikatan formalnya belum jelas, untuk dihimpun dalam koperasi,” jelas Abdul Ghani.
Tak Hanya Sawit: Agrinas Juga Garap Kedelai, Jagung, dan Singkong untuk Energi
Kerja sama ini tidak terbatas pada kelapa sawit. Agrinas akan menanam 400.000 hektar kedelai, 250.000 hektar jagung, serta 300.000 hektar singkong sebagai bahan baku energi terbarukan (etanol). Seluruh aspek bisnis Agrinas akan bermitra dengan koperasi.
“Di Sumatra Utara sendiri, tahun ini kami akan mulai melakukan piloting penanaman 1.500 hektar bersama koperasi,” tambah Abdul Ghani.