Pencarian

Bapperida Sukabumi Apresiasi Program KKN OVOD UMMI, Dinilai Selaras dengan Prioritas Pembangunan Daerah

Selasa, 07 Juli 2026 • 23:06:01 WIB
Bapperida Sukabumi Apresiasi Program KKN OVOD UMMI, Dinilai Selaras dengan Prioritas Pembangunan Daerah
Mahasiswa UMMI dilepas mengikuti KKN 2026 dengan fokus program OVOD di Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI — Sebanyak 720 mahasiswa UMMI resmi dilepas untuk mengikuti KKN tahun 2026 di Kampus UMMI, Senin (6/7/2026). Dari jumlah tersebut, 438 mahasiswa di antaranya akan menjalani program OVOD yang tersebar di 22 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Fokus pada Stunting dan Sampah

Program OVOD tahun ini memusatkan perhatian pada dua isu krusial: penanganan stunting dan pengelolaan sampah. Kedua tema itu dipilih lantaran menjadi tantangan utama yang dihadapi desa-desa di wilayah Sukabumi.

“Fokus dosen dan mahasiswa pada penyelesaian isu krusial seperti pengelolaan sampah, percepatan penurunan stunting, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sangat sejalan dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Sekretaris Bapperida Kabupaten Sukabumi, Yuki Ramdan Priana.

Bukan Sekadar Seremonial

Yuki menegaskan bahwa OVOD bukanlah program pengabdian masyarakat yang bersifat seremonial. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan setiap program studi di satu desa binaan secara terintegrasi dan berkelanjutan akan menghasilkan dampak yang lebih nyata.

“Kami melihat OVOD bukan sekadar program pengabdian biasa. Ini adalah langkah inovatif dan strategis,” kata Yuki.

Ia menambahkan, keterlibatan langsung akademisi dan mahasiswa di tengah masyarakat diyakini mampu menghasilkan temuan lapangan dan inovasi yang bisa menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran.

Lima Skema Pengabdian

Ketua LPPM UMMI, Jujun Ratnasari, menjelaskan bahwa KKN merupakan bagian dari kurikulum akademik untuk memperkuat kompetensi mahasiswa. Tahun ini, KKN UMMI terbagi ke dalam lima skema pengabdian.

  • OVOD: skema terbesar dengan 438 mahasiswa di 22 desa, fokus pada stunting dan sampah.
  • KKN Sinergi: 148 mahasiswa di 10 desa Kecamatan Warungkiara, fokus pada mitigasi bencana.
  • KKN Khusus: mengintegrasikan penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
  • KKN Muhammadiyah-Aisyiyah dan KKN Internasional dilaksanakan pada waktu berbeda.

“KKN bertujuan agar mahasiswa dapat mengasah kemampuan bersosialisasi, berkolaborasi, meningkatkan kreativitas dan inovasi, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Jujun.

Dari Saresehan ke Aksi Nyata

Program OVOD sendiri merupakan tindak lanjut dari Saresehan OVOD yang sebelumnya digagas UMMI. Model kolaborasi antara kampus dan desa ini dirancang untuk mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Bapperida berharap data dan praktik baik yang dihasilkan dari program OVOD dapat menjadi bahan berharga bagi penyusunan kebijakan dan inovasi daerah ke depan.

Bagikan
Sumber: sukabumiupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks