BANDUNG — Seorang ibu tampak sibuk mengukur seragam untuk anaknya di sebuah toko seragam sekolah di Pasar Kosambi, Bandung, Rabu (8/7/2026). Pemandangan ini menjadi pemandangan umum di sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di Jawa Barat menjelang tahun ajaran baru.
Lonjakan Penjualan 100 Persen, Stok Mulai Menipis
Pemilik toko seragam sekolah di lokasi tersebut menyatakan, permintaan melonjak drastis sejak pekan pertama Juli 2026. “Penjualan meningkat 100 persen. Kami bisa menjual 150 pasang per hari, padahal hari biasa hanya separuhnya,” ujarnya.
Harga seragam yang dijual bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per set. Rentang harga tersebut mencakup seragam batik, pramuka, dan olahraga untuk tingkat SD hingga SMA.
Puncak Pembelian Diprediksi pada Akhir Pekan
Para pedagang memprediksi puncak keramaian pembelian akan terjadi hingga Minggu, 12 Juli 2026. Orang tua biasanya memanfaatkan akhir pekan untuk berbelanja perlengkapan sekolah anak secara lengkap.
Kondisi serupa juga terpantau di sejumlah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di kawasan Bandung Raya. Beberapa toko bahkan mulai menerapkan sistem pre-order untuk mengantisipasi kehabisan stok ukuran tertentu.
Fenomena Tahunan yang Dorong Perekonomian Lokal
Lonjakan permintaan seragam sekolah jelang tahun ajaran baru merupakan siklus tahunan yang menggerakkan sektor UMKM dan pedagang tekstil di daerah. Pasar Kosambi sendiri menjadi salah satu pusat perbelanjaan seragam termurah di Kota Bandung.
Pemkot Bandung sebelumnya mengimbau sekolah tidak mewajibkan seragam baru setiap tahun untuk meringankan beban orang tua. Namun, keputusan tetap berada di masing-masing komite sekolah.