KUNINGAN — Bantuan tersebut disalurkan Baznas RI melalui program pemberdayaan yang menyasar kelompok rentan. Para penerima manfaat adalah warga binaan Yayasan Antara Graha Berdaya yang selama ini menggeluti usaha batik ciprat sebagai aktivitas terapi dan sumber penghidupan.
Modal untuk Kemandirian, Bukan Sekadar Bantuan Konsumtif
Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa dana zakat yang diberikan tidak bersifat konsumtif. Menurutnya, pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik.
"Kami mengapresiasi dedikasi Yayasan Antara Graha Berdaya. Ke depan, insya Allah akan ada program-program lanjutan dari Baznas yang diintegrasikan untuk memperkuat Kelompok Disabilitas Berdaya di sini agar keberlanjutan ekonomi mereka tetap terjaga," ujar Saidah dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Dampak Psikologis: Lebih dari Sekadar Uang
Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi, mengamati sendiri perubahan yang terjadi pada warga binaan. Ia menilai suntikan modal dari Baznas tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memberi efek positif terhadap kondisi mental para penyandang disabilitas.
"Kami sangat berterima kasih kepada Baznas RI dan Baznas Kabupaten Kuningan atas kepedulian nyata melalui bantuan modal usaha ini. Ini membuktikan bahwa kelompok disabilitas juga mampu berdaya jika diberikan kesempatan," kata Lukman.
Ia menambahkan, Yayasan Antara Graha Berdaya selama ini bertahan berkat semangat gotong royong dan uluran tangan berbagai pihak. Bantuan ini menjadi penguat bagi keberlangsungan program pemberdayaan di desanya.
Batik Ciprat sebagai Terapi dan Mata Pencaharian
Produksi batik ciprat dipilih bukan tanpa alasan. Proses pembuatannya yang sederhana dan ekspresif dinilai cocok sebagai media terapi bagi penyandang disabilitas mental. Kegiatan membatik membantu mereka fokus, mengurangi stres, dan melatih koordinasi motorik.
Saidah Sakwan berharap sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan begitu, manfaat zakat tidak hanya berhenti sebagai bantuan tunai, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi berkelanjutan bagi kelompok yang selama ini kerap terpinggirkan.