BANDUNG BARAT — Gereja Katolik Santo Benediktus di Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, kini menjadi pusat pelayanan bagi ribuan umat yang sebelumnya hanya beribadah di ruang kelas dan fasilitas darurat. Pembangunan fisik gereja yang dimulai pada 2024 ini menjawab kebutuhan yang terus membesar selama 11 tahun terakhir.
Dari 557 KK Menjadi 983 KK dalam Satu Dekade
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Santo Benediktus, Tri Basuki Joewono, mengungkapkan lonjakan jumlah umat menjadi alasan utama pembangunan gereja permanen. Saat Stasi Santo Benediktus pertama kali berdiri pada 2015, jumlah umat yang dilayani sekitar 2.100 orang atau 557 kepala keluarga. Kini, angka itu melonjak menjadi 3.341 umat yang tersebar di enam wilayah dan 24 lingkungan.
“Perjalanan ini merupakan buah dari kerja sama, doa, dan dukungan banyak pihak. Kami bersyukur cita-cita umat Katolik di Bandung Barat untuk memiliki gereja permanen akhirnya dapat terwujud,” ujar Tri Basuki di Padalarang, Sabtu (11/7/2026).
Bukan Sekadar Bangunan Fisik, tapi Rumah Bersama
Menurut Tri Basuki, keberadaan gereja ini lebih dari sekadar tempat ibadah. Gereja Santo Benediktus dirancang menjadi pusat pertumbuhan iman, penguatan persaudaraan, dan pelayanan sosial bagi masyarakat sekitar. “Kehadiran gereja adalah rumah bersama bagi umat untuk bertumbuh dalam iman dan menjalankan kegiatan pelayanan,” jelasnya.
Uskup Bandung: Gereja Harus Jadi Mitra Masyarakat Majemuk
Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, berharap Gereja Santo Benediktus tidak hanya melayani kebutuhan rohani, tetapi juga aktif dalam kehidupan sosial. Ia menekankan pentingnya menebarkan nilai kasih, kepedulian, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kehadiran Gereja Santo Benediktus diharapkan menjadi tanda bahwa kehidupan beragama dapat berjalan berdampingan dalam semangat persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama membangun kebaikan,” kata Antonius.
Dengan berdirinya gereja permanen ini, umat Katolik di Bandung Barat kini memiliki pusat pembinaan iman yang diharapkan terus berkembang. Gereja juga diharapkan menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kerukunan dan kehidupan harmonis di wilayah Kota Baru Parahyangan dan sekitarnya.