Pencarian

Wagub Jabar Erwan Setiawan Luncurkan SWJ-MFT Award 2026 untuk Dorong Standarisasi Wisata Ramah Muslim di 27 Kabupaten/Kota

Minggu, 12 Juli 2026 • 13:25:51 WIB
Wagub Jabar Erwan Setiawan Luncurkan SWJ-MFT Award 2026 untuk Dorong Standarisasi Wisata Ramah Muslim di 27 Kabupaten/Kota
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan meluncurkan SWJ-MFT Award 2026 untuk standarisasi wisata ramah Muslim di 27 kabupaten/kota.

DEPOK — Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak lagi mengelola pariwisata dengan cara konvensional. Wakil Gubernur Erwan Setiawan menegaskan bahwa pendekatan lama harus ditinggalkan dan digantikan dengan data yang kuat serta kebijakan yang tepat.

“Pariwisata hari ini tidak bisa dikelola dengan cara yang lama, tapi harus dibangun dengan data yang kuat, kebijakan yang tepat, kolaborasi yang luas dan pendekatan yang inklusif,” ucap Erwan di sela peluncuran SWJ-MFT Award 2026 di Masjid At-Thohir, Kota Depok.

Delapan Kategori yang Diperlombakan

SWJ-MFT Award 2026 tidak sekadar ajang penghargaan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan menyebut kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan standarisasi melalui pendampingan dan workshop pelatihan intensif terkait hospitality.

Ada delapan kategori yang diperlombakan tahun ini:

  • Kabupaten/Kota Pariwisata Ramah Muslim Terbaik
  • Hotel Ramah Muslim Terbaik
  • Restoran Ramah Muslim Terbaik
  • Daya Tarik Wisata Alam Ramah Muslim Terbaik
  • Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Ramah Muslim Terbaik
  • Daya Tarik Wisata Buatan Ramah Muslim Terbaik
  • Desa Wisata Ramah Muslim Terbaik
  • Mall Ramah Muslim Terbaik

Mengapa Wisata Ramah Muslim Jadi Prioritas?

Langkah ini didorong oleh fakta demografis: 97 persen penduduk Jawa Barat beragama Islam. Selain itu, provinsi ini menjadi tujuan utama wisatawan asing dari Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah yang mayoritas membutuhkan layanan ramah Muslim.

Pemprov Jabar bersama asosiasi pariwisata telah menyusun travel guide serta paket wisata eksklusif yang dirancang khusus untuk kenyamanan wisatawan Muslim. Sosialisasi juga gencar dilakukan melalui media massa dan media sosial.

Infrastruktur dan Wisata Religi Ikut Dibenahi

Tidak hanya layanan, infrastruktur transportasi juga menjadi perhatian. Rest Area Km 88 akan ditata khusus agar memenuhi standarisasi wisata ramah Muslim, baik dari segi sarana prasarana maupun kuliner halal.

Masjid At-Thohir di Depok sendiri bakal ditetapkan sebagai salah satu daya tarik wisata religi di Jawa Barat. Inovasi digitalisasi juga diterapkan untuk memudahkan akses informasi bagi wisatawan.

Data Jadi Kunci Tata Kelola Pariwisata

Peluncuran portal IPKN Jawa Barat menjadi langkah strategis lainnya. Wagub Erwan menekankan bahwa repositori data ini akan memastikan pembangunan kepariwisataan memiliki dasar yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan data yang baik kita bisa merencanakan dengan lebih tepat, mengendalikan program dengan lebih efektif, mengevaluasi capaian dengan lebih objektif dan membuka peluang investasi yang lebih meyakinkan,” jelas Erwan.

Apresiasi dari Pusat dan Daerah

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi memberikan apresiasi atas inisiatif Pemprov Jabar. “Ini bisa menginspirasi daerah lain bagaimana destinasi yang baik khususnya bagi wisatawan muslim,” katanya.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah menegaskan bahwa pariwisata ramah Muslim bukan untuk membatasi wisata, melainkan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. “Ini menguatkan destinasi unggulan yang indah, aman, nyaman, inklusif, dan berkelas dunia di Jabar,” ujarnya.

Bagikan
Sumber: suaraindonesianews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks