SUMEDANG — Rangkaian persiapan Panen Raya Padi di Desa Palsari, Kecamatan Ujungjaya, memasuki tahap krusial. Personel TNI dari Koramil setempat menggelar gladi resik secara menyeluruh pada Senin (13/7) di bawah komando langsung Dandim 0610/Sumedang.
Acara puncak yang dijadwalkan pada Selasa (14/7) ini memiliki nilai strategis nasional. Selain menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara petani lokal dan TNI, panen raya tersebut akan terhubung langsung dengan pusat pemerintahan melalui sambungan video.
Teleconference dengan Presiden Jadi Agenda Utama
Mewakili Dandim 0610/Sumedang, Kapten Inf Yayat mengungkapkan bahwa gladi resik difokuskan pada pengondisian lokasi dan protokol penyambutan. Hal ini dinilai krusial karena rangkaian acara utama melibatkan komunikasi jarak jauh dengan kepala negara.
“Hari ini kami mematangkan seluruh rangkaian acara melalui gladi resik di lapangan. Hal ini sangat krusial karena pada panen raya besok, dijadwalkan akan dilakukan wawancara langsung secara interaktif melalui Zoom Meeting bersama Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Kapten Inf Yayat saat memantau persiapan di lokasi.
Rombongan Pejabat Negara Hadir Langsung di Lokasi
Selain sesi teleconference dengan Presiden, sejumlah pejabat tinggi dijadwalkan hadir langsung di Desa Palsari. Rombongan tersebut meliputi Gubernur Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumedang.
Kehadiran para pucuk pimpinan ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, serta TNI-Polri dalam mengawal program kedaulatan pangan nasional. Panen raya di lahan 10 hektar tersebut diproyeksikan menjadi percontohan swasembada pangan berkelanjutan di Jawa Barat.
Melalui persiapan yang matang dan terukur ini, Desa Palsari diharapkan mampu menjadi pemantik optimisme bagi sektor pertanian di wilayah Priangan Timur. Sinergi antara petani, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama keberhasilan agenda nasional ini.(Guh)