Pencarian

IPM Cianjur Naik Tipis ke 69,84 tapi Tetap Juru Kunci Jawa Barat, Akademisi Sebut Pembangunan Fisik Belum Cukup

Selasa, 14 Juli 2026 • 11:58:01 WIB
IPM Cianjur Naik Tipis ke 69,84 tapi Tetap Juru Kunci Jawa Barat, Akademisi Sebut Pembangunan Fisik Belum Cukup
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur tahun 2025 tercatat sebesar 69,84, naik tipis dari tahun sebelumnya namun tetap menjadi yang terendah di Jawa Barat.

CIANJUR — Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menempatkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling rendah di Jawa Barat. Angka 69,84 yang diraih tahun ini memang lebih baik dari capaian tahun lalu yang sebesar 68,89, tetapi lonjakan itu belum cukup untuk menggeser posisi Cianjur dari dasar klasemen.

Capaian ini masih jauh di bawah rata-rata provinsi dan membuat Cianjur harus bersaing dengan 26 daerah lain yang laju pertumbuhan IPM-nya lebih agresif. Dosen UNPI Cianjur, Dody Faraitody T, menyebut peningkatan yang ada belum signifikan secara struktural.

Paradoks Pembangunan Fisik dan Kualitas Manusia

Menurut Dody, persoalan mendasar terletak pada orientasi pembangunan yang terlalu menekankan aspek fisik. Ia menilai proyek infrastruktur seperti pelebaran jalan dan penataan kawasan belum berbanding lurus dengan perbaikan kualitas hidup warga.

"Infrastruktur memang penting, tetapi pembangunan fisik tanpa investasi besar pada manusia hanya akan menghasilkan kemajuan yang bersifat kosmetik," tegas Dody dalam pernyataannya baru-baru ini.

Ia menambahkan, indikator nyata pembangunan manusia justru terlihat dari angka putus sekolah, kualitas pembelajaran, pemerataan layanan kesehatan, dan pendapatan masyarakat. Jika sektor-sektor itu stagnan, maka pembangunan belum menyentuh inti persoalan.

Filosofi Ngaos, Mamaos, Maenpo Belum Menyentuh Kebijakan

Cianjur dikenal dengan filosofi Ngaos (mengaji), Mamaos (seni suara), dan Maenpo (pencak silat) yang sarat nilai budaya. Namun, Dody menyayangkan filosofi tersebut lebih sering hadir dalam pidato daripada dirumuskan ke dalam desain kebijakan publik.

"Dari data tersebut, dengan kata lain, kita sedang menyaksikan sebuah paradoks seremoni pembangunan tampak maju, tetapi kualitas manusianya bergerak tertatih-tatih," ucapnya.

Dody mendorong pemerintah daerah untuk menggeser prioritas dari pembangunan fisik ke investasi sumber daya manusia. Menurutnya, kenaikan IPM yang konsisten namun lambat membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih terarah di sektor pendidikan dasar, kesehatan ibu dan anak, serta program peningkatan pendapatan warga.

Bagikan
Sumber: cianjurekspres.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks