CIAMIS — Suasana belajar mengajar di SD Negeri 2 Salakaria, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, berlangsung lengang pada Rabu (15/7/2026). Dari total enam kelas yang tersedia, sekolah tersebut hanya diisi oleh 31 siswa. Satu siswa baru tercatat mendaftar di kelas I pada tahun ajaran ini.
Lingkungan Sekolah Ditinggali Pasangan Lansia
Kepala SD Negeri 2 Salakaria menjelaskan bahwa kondisi demografi di sekitar sekolah menjadi penyebab utama sepinya pendaftar. Sebagian besar rumah di lingkungan sekolah dihuni oleh pasangan lanjut usia yang tidak lagi memiliki anak usia sekolah dasar.
“Warga yang tinggal di sekitar sekolah merupakan pasangan lanjut usia yang sudah tidak memiliki anak usia sekolah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Total Murid Hanya 31 Orang dari Enam Kelas
Dengan tambahan satu siswa baru, total peserta didik di SD Negeri 2 Salakaria kini berjumlah 31 orang. Jumlah tersebut tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Setiap kelas rata-rata hanya diisi oleh empat hingga lima murid.
Kondisi ini memaksa guru mengajar dengan metode kelas rangkap. Dalam satu ruangan, dua tingkatan kelas berbeda kerap digabung karena jumlah murid yang sangat sedikit.
Fenomena Sekolah Sepi Murid di Pedesaan
Kasus serupa tidak hanya terjadi di Ciamis. Sejumlah sekolah dasar di daerah pedesaan Jawa Barat juga mengalami penurunan jumlah siswa akibat urbanisasi dan perubahan struktur kependudukan. Generasi muda cenderung pindah ke kota, meninggalkan orang tua yang sudah lanjut usia di kampung halaman.
Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pendidikan setempat menyatakan akan mengevaluasi kondisi SD Negeri 2 Salakaria. Opsi penggabungan dengan sekolah terdekat atau program afirmasi bagi sekolah dengan jumlah murid minim tengah dikaji.
Proses Belajar Mengajar Tetap Berjalan Normal
Meski jumlah murid terbatas, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 2 Salakaria tetap berjalan setiap hari. Para guru berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang optimal bagi seluruh siswa. Tidak ada rencana penutupan sekolah dalam waktu dekat.
“Kami tetap menjalankan tugas mendidik anak-anak di sini. Jangan sampai mereka dirugikan karena sekolah sepi,” kata salah seorang guru.