JAWA BARAT — Gempa dahsyat yang melanda Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa pukul 16.27 waktu setempat, memicu kepanikan dan kerusakan parah di pusat perbelanjaan Aeon Mall. Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang mengonfirmasi bahwa dua dari lima korban tewas adalah perempuan berusia 20-an tahun yang terjebak di dalam mal tersebut.
Kronologi Penemuan Korban di Aeon Mall
Proses evakuasi berlangsung dramatis sepanjang malam. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi delapan orang dari reruntuhan Aeon Mall Kumamoto setelah ledakan terjadi pascagempa. Dari kedelapan orang tersebut, dua perempuan muda ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Seorang korban lainnya dilaporkan mengalami henti jantung dan napas, sementara lima orang lainnya selamat dengan luka-luka. Pihak berwenang menyatakan kondisi kelima korban luka tidak mengancam jiwa.
Skala Guncangan dan Dampak Infrastruktur
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa ini mencapai level tertinggi pada skala intensitas seismik Jepang, yaitu Shindo 7. Guncangan keras tidak hanya merobohkan bangunan komersial, tetapi juga menyebabkan ribuan rumah kehilangan aliran listrik dan memicu retakan di sejumlah ruas jalan di seluruh wilayah Kumamoto.
Meski kekuatannya besar, JMA menyatakan gempa ini terjadi di daratan dan belum mengamati adanya aktivitas tsunami. "Kami berharap dapat mencabut peringatan tsunami pada tahap yang relatif awal, tergantung pada kondisi permukaan laut di masa mendatang," ujar juru bicara JMA, dikutip dari AFP, Selasa (28/7).
Respons Pemerintah dan Tim Penyelamat
Pemerintah Jepang melalui Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana terus memutakhirkan data korban. Hingga Rabu (29/7), total korban jiwa tercatat lima orang, dengan dua jasad ditemukan di dalam mal dan tiga lainnya di lokasi berbeda di wilayah Kumamoto.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun. Pemerintah daerah setempat juga mulai mendata kerusakan infrastruktur dan memulihkan aliran listrik bagi ribuan rumah yang terdampak.