Pencarian

Bendahara Laskar Fisabilillah Kota Sukabumi Rudi Suharya: Pimpinan Perusahaan yang Pilih Sibuk Urus Warga

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:19:01 WIB
Bendahara Laskar Fisabilillah Kota Sukabumi Rudi Suharya: Pimpinan Perusahaan yang Pilih Sibuk Urus Warga
Bendahara Umum Laskar Fisabilillah Kota Sukabumi, Rudi Suharya, saat ditemui di sela kegiatannya, Rabu (26/8).

SUKABUMI — Di tengah hiruk pikuk tanggung jawabnya sebagai pimpinan PT Tsurraya Anugerah Alam, Rudi Suharya justru meluangkan waktu untuk bergelut di organisasi kemasyarakatan. Pria yang akrab dengan dunia bisnis ini kini mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Laskar Fisabilillah Kota Sukabumi, sebuah posisi yang ia yakini jauh dari nilai materi.

Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Status Sosial

Bagi Rudi, kesuksesan tidak pernah diukur dari seberapa banyak aset yang berhasil dikumpulkan. Justru sebaliknya, ia menilai keberhasilan sejati terlihat dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan orang lain atas kehadirannya.

"Bagi saya, jabatan, pekerjaan, maupun posisi dalam organisasi adalah amanah. Yang paling penting adalah bagaimana amanah itu bisa dijalankan dengan baik dan memberikan dampak positif," katanya kepada Radar Sukabumi, Rabu (26/8).

Pandangan ini lahir dari perjalanan panjangnya sejak lahir pada 15 Oktober 1975. Pengalaman di dunia usaha dan organisasi mengajarinya tentang tanggung jawab, kesabaran, hingga kerja sama yang tidak bisa didapatkan dari bangku sekolah semata.

Organisasi Bukan Sekadar Struktur, Melainkan Ruang Silaturahmi

Rudi memandang organisasi kemasyarakatan sebagai wadah strategis untuk membangun kebersamaan. Ia tidak melihat organisasi sebagai tempat mengejar posisi, melainkan ruang untuk bersilaturahmi dan menghadirkan manfaat nyata bagi warga Kota Sukabumi.

"Ketika kita berada dalam sebuah organisasi, tentu ada tanggung jawab yang harus dijalankan. Saya melihat organisasi sebagai wadah untuk bersilaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk masyarakat," tuturnya.

Pemerintah Tidak Bisa Jalan Sendiri, Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Keterlibatannya di Laskar Fisabilillah didasari keyakinan bahwa persoalan sosial tidak bisa diselesaikan pemerintah seorang diri. Rudi menilai dunia usaha dan organisasi masyarakat memiliki peran setara dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.

"Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, semuanya memiliki peran. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin banyak persoalan bisa kita selesaikan dengan lebih baik," ungkapnya.

Ia menegaskan, waktu yang ia berikan untuk masyarakat bukanlah sebuah kerugian. Justru ia menyebutnya sebagai investasi kebaikan yang nilainya jauh lebih besar dibanding keuntungan materi.

"Waktu yang kita berikan untuk membantu orang lain sebenarnya tidak pernah sia-sia. Mungkin kita tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapi ketika melihat orang lain terbantu, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri," bebernya.

Tidak Perlu Menunggu Jadi Orang Besar untuk Berbuat Baik

Rudi mengingatkan bahwa pengabdian tidak harus dimulai dari tindakan besar. Hal-hal sederhana yang dikerjakan konsisten dan ikhlas justru memiliki arti mendalam bagi orang lain.

"Tidak harus menunggu menjadi orang besar untuk bisa berbuat baik. Dengan kemampuan yang kita punya, sekecil apa pun kalau dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, insya Allah akan ada manfaatnya," ujarnya.

Ia berharap keberadaannya di tengah masyarakat mampu memberikan energi positif. Setiap orang, menurutnya, punya kesempatan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing tanpa perlu menunggu diminta.

"Yang penting adalah kemauan untuk berbuat. Jangan selalu berpikir apa yang akan kita dapatkan. Sesekali kita harus bertanya, apa yang bisa kita berikan kepada orang lain," ucapnya.

Semakin Berusia, Semakin Paham Arti Berbagi

Pengalaman hidup yang semakin bertambah justru mengubah cara pandang Rudi terhadap tujuan hidup. Ia mengaku semakin memahami bahwa hidup tidak hanya tentang mengejar keinginan pribadi, tetapi juga tentang berbagi dan memikirkan orang lain.

"Semakin bertambah usia, saya justru semakin memahami bahwa hidup ini bukan hanya tentang mengejar apa yang kita inginkan. Ada waktunya kita harus berbagi, membantu, dan memikirkan orang lain," tuturnya.

Sebagai profesional, ia berkomitmen menjalankan tanggung jawab perusahaan dengan baik. Sebagai pengurus organisasi, ia berupaya menjaga amanah. Sementara sebagai warga, ia ingin tetap hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsukabumi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks