Balai Karantina Indonesia (Barantin) Jawa Barat meluncurkan platform digital terintegrasi bernama REKAPIN untuk memangkas birokrasi sertifikasi karantina dan melindungi eksportir dari potensi kerugian miliaran rupiah akibat denda inap kontainer. Sistem ini mengintegrasikan pengawasan internal dengan pemantauan waktu layanan secara transparan di Bandung.
BANDUNG — Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Barat memastikan sistem digital terbarunya, REKAPIN, menjadi tameng bagi pelaku usaha dari praktik pungutan liar serta keterlambatan proses yang berujung pada denda penumpukan kontainer di pelabuhan.
Kepala Subbagian Umum BKHIT Jawa Barat Khori Arianti menyatakan aplikasi ini dirancang untuk mempercepat tindakan karantina sekaligus menjamin kepastian waktu layanan ekspor, impor, hingga komoditas antararea. Dengan pengawasan berbasis digital, setiap tahapan proses kini terpantau dan tidak ada ruang bagi oknum untuk menarik biaya di luar ketentuan.
Mengapa Eksportir Butuh Kepastian Waktu Layanan?
Keterlambatan sertifikasi kerap menjadi momok bagi eksportir karena kontainer yang menginap di pelabuhan dikenakan biaya demurrage yang tidak sedikit. Dalam skala besar, potensi kerugian bisa mencapai miliaran rupiah, belum lagi risiko pembatalan kontrak oleh pembeli di luar negeri.
REKAPIN menjawab persoalan itu melalui pemantauan Service Level Agreement (SLA) yang ketat. Sistem yang mengintegrasikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Perjanjian Kinerja (PK), dan akselerasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) ini memastikan setiap permohonan layanan ditindaklanjuti sesuai standar waktu yang dijanjikan.
"Inovasi pelayanan publik bukan sekadar modernisasi sistem digital, melainkan komitmen nyata untuk memberikan kenyamanan dan kepastian bagi pelaku usaha," kata Khori dalam keterangan di Bandung, Kamis.
Fitur Antrean Daring hingga Chatbot 24 Jam
Selain memangkas birokrasi, REKAPIN menghadirkan sejumlah kemudahan akses informasi perkarantinaan secara daring. Pelaku usaha kini bisa memanfaatkan fitur antrean daring tanpa harus mengantre fisik di kantor pelayanan.
Platform ini juga menyediakan pendaftaran magang bagi mahasiswa serta asisten FAQ berbasis chatbot yang aktif selama 24 jam. Layanan digital tersebut terbukti mendongkrak Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Karantina Jawa Barat ke kategori sangat baik.
Penopang Daya Saing Komoditas Jabar di Pasar Global
Penguatan pengawasan internal dinilai krusial untuk menjaga transparansi biaya operasional para pelaku usaha. Khori menegaskan sinergi antara pengawasan internal dan pembangunan Zona Integritas melalui REKAPIN menjamin tidak ada biaya di luar ketentuan baku.
"Hal ini sangat vital untuk mendorong daya saing komoditas unggulan asal Jawa Barat di pasar internasional," ujarnya.
Ke depan, Karantina Jabar berkomitmen terus mengembangkan terobosan layanan publik yang inklusif. Langkah ini diambil demi mendukung pertumbuhan iklim investasi daerah sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.