BOGOR — Peristiwa pengeroyokan yang menimpa seorang pelajar di Kota Bogor akhirnya berujung damai. Keluarga korban dan perwakilan pelaku sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ke jalur pidana setelah menjalani mediasi.
Mediasi digelar di Mapolsek setempat pada pekan lalu. Proses itu dihadiri langsung oleh orang tua korban, orang tua pelaku, serta perangkat kelurahan. Polisi bertindak sebagai fasilitator.
Kedua belah pihak sepakat bahwa penyelesaian secara kekeluargaan dinilai lebih baik dibandingkan proses hukum yang panjang. Korban disebut sudah dalam kondisi membaik setelah mendapatkan perawatan.
“Kami sepakat untuk berdamai. Tidak ada tuntutan dari keluarga korban. Yang penting anak kami sudah pulih dan pelaku juga sudah meminta maaf,” ujar perwakilan keluarga korban dalam kesempatan tersebut.
Dalam mediasi, sejumlah poin disepakati. Pelaku dan orang tuanya secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga. Selain itu, pelaku juga bersedia menanggung biaya pengobatan korban selama masa pemulihan.
Pihak kepolisian turut memberikan pembinaan kepada para pelajar yang terlibat. Mereka diimbau untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
Meski kedua pihak berdamai, proses hukum tidak serta-merta gugur begitu saja. Kepolisian tetap mencatat peristiwa ini sebagai bagian dari data kenakalan remaja di wilayah hukum Kota Bogor.
“Kami catat sebagai tindak pidana ringan yang diselesaikan secara restoratif. Tidak ada penahanan, tapi tetap ada pembinaan,” jelas Kanit Reskrim Polsek setempat.
Warga di lingkungan tempat tinggal korban dan pelaku menyambut baik keputusan damai ini. Mereka menilai langkah mediasi lebih efektif untuk menjaga kerukunan antarwarga, apalagi kedua keluarga masih bertetangga.
“Daripada jadi dendam berkepanjangan, lebih baik damai. Anak-anak juga masih sekolah, masih panjang masa depannya,” ujar seorang tokoh masyarakat yang ikut mendampingi mediasi.
Peristiwa pengeroyokan ini sebelumnya terjadi di kawasan padat penduduk Kota Bogor. Korban dikeroyok oleh sekelompok remaja saat dalam perjalanan pulang sekolah. Sempat terjadi ketegangan di media sosial, namun mediasi berhasil meredam situasi.