BOGOR — Pemandangan berbeda terlihat dalam upacara peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di halaman Balaikota Kota Bogor, Senin (3/6). Seluruh unsur pimpinan Forkopimda Kota Bogor tampil kompak mengenakan pakaian adat Sunda, mulai dari Wali Kota, Kapolresta Bogor, hingga Dandim 0606/Kota Bogor.
Kekompakan dalam berpakaian tradisional ini bukan sekadar gaya. Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor menyebut momen ini sebagai wujud nyata kebersamaan dan komitmen seluruh elemen pemerintahan dalam membangun Kota Bogor. "Ini simbol bahwa kami satu visi, satu misi untuk Bogor yang lebih baik," ujarnya di sela upacara.
Mengapa Forkopimda Memilih Baju Adat Sunda?
Pemilihan busana adat Sunda dinilai sangat relevan dengan identitas budaya Kota Bogor. Sebagai kota yang berada di Tatar Sunda, penggunaan pakaian tradisional dalam upacara HJB ke-544 menjadi pengingat akan akar sejarah dan budaya lokal. Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih mencintai warisan leluhur.
Para pejabat yang hadir terlihat mengenakan setelan lengkap, seperti baju pangsi dan ikat kepala untuk pria, serta kebaya dan kain batik untuk wanita. Penampilan mereka sontak menjadi pusat perhatian dan banyak diabadikan oleh warga melalui ponsel masing-masing.
Suasana Upacara HJB ke-544 di Balaikota Bogor
Upacara berlangsung khidmat dan meriah. Selain dihadiri Forkopimda, acara ini juga dimeriahkan oleh ribuan pelajar dan pegawai negeri sipil (PNS) yang turut mengenakan pakaian adat atau seragam khas Sunda. Sepanjang jalan menuju Balaikota, berbagai atraksi seni dan budaya Sunda turut memeriahkan suasana.
Peringatan HJB ke-544 tahun ini mengusung tema yang menekankan pada semangat kebersamaan dan pembangunan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam memajukan Kota Bogor.
Apa Makna di Balik Kekompakan Forkopimda?
Kekompakan Forkopimda dalam berpakaian adat Sunda menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai langkah ini sebagai sinyal positif bahwa hubungan antara eksekutif, legislatif, dan aparat keamanan di Kota Bogor berjalan harmonis. Sinergi ini dinilai penting untuk mempercepat pembangunan dan pelayanan publik.
Momen ini juga menjadi bukti bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota, nilai-nilai budaya lokal tetap dijunjung tinggi oleh para pemimpinnya.